Buah iblis Mero Mero no Mi milik Boa Hancock disebut menjadi salah satu alasan utama Marshall D. Teach alias Kurohige mengincarnya di Amazon Lily. Kemampuan itu dinilai sangat berbahaya karena bisa membatukan lawan secara instan saat syarat emosionalnya terpenuhi.
Bagi Kurohige, ancaman terbesar dari kekuatan Hancock bukan sekadar serangan biasa, melainkan kemampuan yang dapat melumpuhkan lawan hanya dalam satu momen. Situasi itu membuat Mero Mero no Mi menonjol sebagai senjata yang efisien untuk mengunci pertarungan sebelum berkembang lebih jauh.
Pembatuan Instan yang Sulit Dihadapi
Efek utama buah iblis ini adalah mengubah target menjadi batu ketika kondisi tertentu terpenuhi. Mekanisme tersebut membuat lawan bisa tumbang tanpa harus melalui adu kekuatan yang panjang.
MediaIndonesia mencatat bahwa Kurohige sadar Hancock dapat langsung membatukannya bila ia dilepaskan saat itu juga. Fakta itu menegaskan bahwa kemampuan ini bekerja dengan cara yang unik dan tidak hanya bergantung pada pertahanan fisik atau Haki.
Efektif untuk Menuntaskan Lawan dengan Cepat
Dalam gaya bertarung Kurohige yang dingin dan terukur, kekuatan seperti Mero Mero no Mi punya nilai strategis yang besar. Kemampuan ini menawarkan potensi one-shot yang cocok untuk melumpuhkan musuh secara cepat.
Begitu target berubah menjadi batu, mereka kehilangan kemampuan untuk membalas. Kondisi itu membuat lawan menjadi sasaran yang sangat mudah dihancurkan, sehingga tidak mengherankan jika Teach menganggap buah ini layak diperebutkan.
| Kemampuan | Efek Utama | Kegunaan |
|---|---|---|
| Mero Mero Mellow | Mengubah target yang terpikat menjadi batu | Melumpuhkan lawan secara total |
| Pistol Kiss | Serangan jarak jauh dengan efek pembatuan | Menyerang dari jarak aman |
| Slave Arrow | Hujan panah yang membatu objek atau makhluk hidup | Menekan banyak target sekaligus |
| Perfume Femur | Tendangan yang menghancurkan bagian tubuh lawan menjadi batu | Serangan fisik yang tetap mematikan |
Alasan Kurohige Tidak Sekadar Mengejar Kekuatan Besar
Kurohige dikenal sebagai bajak laut yang selalu menghitung langkahnya dengan dingin. Karena itu, ketertarikannya pada Hancock menunjukkan bahwa ia memburu kekuatan yang mampu mengunci lawan dalam satu serangan.
Ambisi tersebut sejalan dengan kebiasaannya mengoleksi buah iblis yang dianggap paling berguna untuk pertempuran. Dalam pembacaan populer, Teach ingin membangun kombinasi kekuatan yang mewakili Logia, Paramecia, dan Zoan.
Spekulasi tentang Jenis Buah Iblis yang Sebenarnya
Di kalangan penggemar, muncul teori bahwa Mero Mero no Mi mungkin bukan Paramecia biasa. Spekulasi itu mengarah pada kemungkinan bahwa buah tersebut sebenarnya adalah Mythical Zoan yang namanya disembunyikan Pemerintah Dunia.
Ada juga teori lain yang mengaitkannya dengan dewa atau entitas kuno yang berkuasa atas emosi dan pembatuan. Kurohige disebut bisa saja mengetahui rahasia semacam itu karena ia dikenal memiliki pengetahuan luas tentang ensiklopedia buah iblis.
Koleksi Kekuatan yang Bisa Makin Berbahaya
Saat ini Kurohige sudah memiliki Yami Yami no Mi sebagai Logia dan Gura Gura no Mi sebagai Paramecia. Jika ada buah tipe ketiga yang melengkapi koleksinya, posisinya sebagai ancaman besar di dunia One Piece akan semakin sulit dibendung.
Meski serangannya di Amazon Lily gagal karena intervensi Silvers Rayleigh, nilai strategis Mero Mero no Mi tetap terlihat jelas. Bagi Teach, kekuatan Hancock bukan sekadar alat bertarung, melainkan senjata yang bisa mengubah jalannya pertempuran dalam sekejap.
