Microsoft tampaknya sedang bergerak lebih jauh untuk membangun pondasi AI miliknya sendiri, dan GitHub Copilot menjadi titik terpenting dari langkah itu. Perusahaan dilaporkan menyiapkan model AI coding internal agar produk andalannya untuk pengembang tidak lagi terlalu bergantung pada teknologi OpenAI maupun Anthropic.
Dorongan ini muncul di tengah pasar asisten coding AI yang makin ramai dan kompetitif. Anthropic lewat Claude Code disebut semakin agresif, sementara Microsoft sendiri ingin punya kendali lebih besar atas arah pengembangan Copilot dan ekosistem AI internalnya.
Fokus utama ada pada coding
Menurut The Information, Microsoft tidak hanya menyiapkan satu model, melainkan beberapa model internal untuk kebutuhan yang berbeda. Cakupannya meliputi coding, pembuatan gambar, suara, penalaran, dan transkripsi.
Di antara seluruh bidang itu, coding tampak menjadi prioritas paling penting. Model tersebut disebut akan menjadi komponen utama di GitHub Copilot, layanan yang selama ini menjadi andalan Microsoft untuk membantu para pengembang menulis dan mengelola kode.
Langkah ini juga menunjukkan perubahan strategi yang lebih besar. Dengan model buatan sendiri, Microsoft bisa mengatur lebih banyak hal secara langsung, mulai dari integrasi produk sampai arah teknologinya.
Kemitraan yang mulai bergeser
Dalam beberapa bulan terakhir, Microsoft dan OpenAI dilaporkan meninjau ulang sebagian struktur kemitraan mereka. The Verge menyebut keduanya sama-sama ingin mengurangi ketergantungan satu sama lain.
Kondisi itu memberi ruang bagi Microsoft untuk memperkuat model internal. Di saat yang sama, perusahaan juga berusaha menyesuaikan Copilot agar lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada pihak luar.
Saat ini GitHub Copilot masih memakai teknologi dari beberapa perusahaan AI, termasuk OpenAI, Anthropic, dan Google. Namun, ketika pasar asisten coding semakin padat, ketergantungan pada model eksternal dianggap kurang ideal untuk jangka panjang.
Tekanan dari Anthropic semakin terasa
Nama Anthropic muncul sebagai salah satu faktor penting di balik perubahan ini. Claude Code milik perusahaan tersebut disebut semakin populer dan mendorong Microsoft bergerak lebih agresif menyiapkan alternatif dari dalam rumah sendiri.
Menariknya, Microsoft sempat memberi akses Claude Code kepada ribuan karyawan dalam beberapa bulan terakhir. Laporan menyebut alat itu digunakan oleh karyawan dari berbagai divisi untuk bereksperimen dengan pengembangan perangkat lunak berbantuan AI.
Alat itu juga disebut menarik perhatian karena cukup mudah dipakai, termasuk oleh karyawan non-teknik. Popularitas internal tersebut membuat Claude Code terlihat sebagai kompetitor serius, bukan hanya untuk pasar luar, tetapi juga di lingkungan kerja Microsoft sendiri.
Namun arah itu kini berubah. Microsoft dilaporkan berencana mengurangi penggunaan Claude Code secara internal pada akhir Juni, lalu mendorong tim-timnya beralih ke alat command line berbasis Copilot dalam beberapa pekan setelahnya.
Biaya dan kontrol ikut bermain
Selain faktor persaingan, pertimbangan finansial juga disebut ikut mendorong langkah Microsoft. The Verge melaporkan bahwa mengurangi penggunaan perangkat lunak AI pihak ketiga dapat membantu perusahaan menekan biaya operasional saat memasuki tahun keuangan berikutnya.
Keuntungan lain datang dari sisi kontrol. Dengan mengandalkan model internal, Microsoft bisa lebih leluasa mengatur fitur, integrasi, dan pengembangan Copilot tanpa harus terlalu banyak menyesuaikan diri dengan teknologi luar.
Reuters juga melaporkan bahwa Microsoft sempat menjajaki kemungkinan akuisisi startup AI untuk memperkuat keahlian internalnya. Tujuannya adalah meningkatkan peluang perusahaan membangun sistem AI canggih yang mampu bersaing dengan penawaran terbaik di pasar.
Panggung Build bisa jadi titik penting
Rencana soal model AI coding internal itu disebut akan diumumkan dalam konferensi pengembang Build di San Francisco pekan depan. Jika benar tampil di panggung itu, Microsoft akan menunjukkan bahwa perannya bukan sekadar pengguna teknologi mitra, melainkan juga pembangun model AI sendiri.
Momen ini datang saat Anthropic berada dalam fase pertumbuhan cepat. Perusahaan itu baru-baru ini mengumumkan putaran pendanaan baru senilai $65 billion, dengan valuasi hampir $965 billion, serta annualised revenue run rate sekitar $47 billion.
Angka-angka itu memperlihatkan betapa cepatnya permintaan terhadap alat coding berbasis AI berkembang. Bagi Microsoft, situasi tersebut membuat langkah menuju model internal bukan hanya soal strategi jangka panjang, tetapi juga respons langsung terhadap persaingan yang makin keras.
Source: www.indiatoday.in