Sensor 100 Kali per Detik, Shaver Murah Xiaomi Coba Cegah Janggut Tertarik

Author: Redaksi Android62

Xiaomi menempatkan sensor hambatan pada Mijia Electric Shaver untuk memantau kerja pisau sekitar 100 kali setiap detik. Sistem ini secara otomatis menaikkan tenaga motor dan kecepatan pisau ketika menghadapi rambut wajah yang lebih rapat.

Pendekatan tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko rambut tertarik saat proses mencukur. Fitur adaptif ini menjadi pembeda utama perangkat Xiaomi di kelas shaver berbiaya lebih rendah.

Mijia Electric Shaver memakai sistem putar dengan tiga kepala cukur dan dua cincin pemotong. Konfigurasi ini dirancang untuk menjangkau area wajah yang lebih luas dalam satu gerakan.

Kepala cukurnya berada pada rangka mengambang yang dapat bergerak 360 derajat. Mekanisme ini membantu alat mengikuti kontur wajah, termasuk bagian rahang yang lebih bersudut, tanpa memerlukan banyak tekanan.

Tenaga motor disesuaikan dengan hambatan

Menurut Gizmochina, chip internal perangkat membaca resistansi yang diterima pisau selama pencukuran. Saat sistem menemukan bagian janggut lebih tebal, keluaran motor akan disesuaikan agar putaran tidak mudah kehilangan tenaga.

Motor shaver ini disebut mampu menghasilkan hingga 5 juta aksi pemotongan per menit. Xiaomi juga menyatakan rancangan mekanisme pemotongnya meningkatkan efisiensi cukur sekitar 48 persen dibandingkan model sebelumnya.

Komponen Rincian Peran
Sistem cukur Tiga kepala, dua cincin Menjangkau permukaan wajah lebih luas
Sensor hambatan Dipantau 100 kali per detik Menyesuaikan tenaga untuk rambut rapat
Motor Hingga 5 juta aksi pemotongan per menit Menjaga proses pencukuran cepat
Kepala mengambang Gerak 360 derajat Mengikuti kontur wajah dan rahang

Rancangan pisau dan perhatian pada kulit

Bagian foil menggunakan pola bergelombang tidak beraturan yang dibuat melalui proses metal injection molding atau MIM. Struktur itu dipadukan dengan pisau baja tahan karat berbentuk cekung untuk mengarahkan rambut wajah ke area pemotongan.

Xiaomi turut membubuhkan lapisan mikro-bead pada kepala cukur untuk menekan gesekan fisik dengan kulit. Foil perangkat dibuat dari baja tahan karat rendah nikel yang disebut memenuhi standar Eropa terkait pelepasan nikel.

Material tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna yang peka terhadap kontak logam pada kulit. Namun, Xiaomi tidak mencantumkan mode khusus maupun pengaturan terpisah berdasarkan tipe kulit.

Dapat digunakan saat basah atau kering

Perangkat ini memiliki sertifikasi IPX7 sehingga mendukung pencukuran basah maupun kering. Ketahanan air tersebut juga memungkinkan shaver dibilas setelah dipakai tanpa perlu membongkar seluruh unit kepalanya.

Untuk perawatan rutin, tersedia engsel pop-up yang dapat dibuka melalui satu tombol. Fitur ini memudahkan pengguna membersihkan sisa rambut dari bagian kepala cukur.

Xiaomi juga melengkapi perangkat dengan travel lock agar tidak menyala secara tidak sengaja ketika berada di dalam tas. Indikator LED sederhana disediakan untuk menunjukkan status daya baterai.

Pengisian USB-C dan daya tahan hingga 90 hari

Mijia Electric Shaver memakai pengisian USB-C dengan waktu pengisian penuh sekitar dua jam. Xiaomi mengiklankan ketahanan baterai hingga 90 hari berdasarkan penggunaan singkat selama satu menit setiap hari.

Shaver ini mendukung pengisian sambil digunakan, sehingga pencukuran masih dapat dilanjutkan saat daya habis di tengah pemakaian. Kemampuan tersebut menambah fleksibilitas untuk kebutuhan penggunaan harian maupun perjalanan.

Di pasar Tiongkok, Xiaomi menjual perangkat ini melalui platform Youpin dengan harga ritel 249 yuan. Pada masa peluncuran, harganya ditawarkan sebesar 199,75 yuan.

Pilihan warnanya meliputi Meteor Gray, Sky Blue, dan Glacier Silver. Kombinasi kontrol daya adaptif, ketahanan air IPX7, serta pengisian USB-C menjadi paket utama yang ditawarkan Xiaomi melalui Mijia Electric Shaver.

Source: www.gizmochina.com
Berita Terbaru