MINI Aceman EV langsung menarik perhatian karena hadir sebagai crossover listrik murni pertama yang mengisi ruang di antara MINI Cooper Hatchback dan MINI Countryman. Dengan posisi itu, model ini menjadi salah satu langkah penting MINI dalam memperluas lini elektrifikasi tanpa melepaskan ciri desain khas yang selama ini melekat pada mereknya.
Di Indonesia, MINI Aceman S diperkirakan dijual sekitar Rp1,17 miliar. Sementara itu, varian tertingginya, John Cooper Works Aceman, diperkirakan menembus Rp1,34 miliar, membuatnya masuk ke segmen premium yang cukup eksklusif.
Posisi baru di lini MINI
Kehadiran Aceman EV menunjukkan arah yang jelas dari MINI dalam menggarap mobil listrik penuh. Model ini memang dirancang sejak awal sebagai kendaraan listrik murni, tanpa pilihan mesin bensin maupun hybrid.
Langkah tersebut membuat Aceman berbeda dari banyak crossover lain di kelasnya. MINI tampaknya ingin menawarkan mobil yang tetap kompak, tetapi punya karakter premium dan elektrifikasi yang lebih tegas.
Ukuran kompak, cocok untuk perkotaan
Secara dimensi, Aceman memiliki panjang sekitar 4.079 mm. Ukuran ini menempatkannya pas di tengah antara MINI Cooper hatchback dan Countryman.
Bentuk yang ringkas membuat mobil ini terasa relevan untuk penggunaan urban. Aceman lebih mudah diajak bermanuver di jalan sempit dan tetap membantu saat mencari ruang parkir yang terbatas.
Sebagai crossover, mobil ini juga membawa sisi praktis yang lebih baik untuk kebutuhan harian. Karakter itu membuatnya tidak hanya cocok untuk mobilitas dalam kota, tetapi juga untuk perjalanan jarak menengah.
Tiga varian dengan karakter berbeda
MINI menyiapkan Aceman dalam tiga pilihan varian. Aceman E menjadi varian dasar dengan tenaga sekitar 184 hp dan ditujukan untuk penggunaan harian yang tetap responsif.
Di atasnya ada Aceman S dengan tenaga 215 hp dan torsi puncak 330 Nm. Varian ini menyasar pengemudi yang menginginkan respons lebih agresif saat berkendara.
Puncak lini ini diisi oleh John Cooper Works Aceman. Varian tersebut membawa karakter sporty khas divisi performa MINI, sambil tetap mempertahankan sensasi berkendara “Go-Kart Feeling” yang identik dengan merek ini.
Baterai dan jarak tempuh
Aceman EV dibekali baterai berkapasitas sekitar 54,2 kWh. Dengan bekal tersebut, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 402–405 kilometer berdasarkan standar pengujian WLTP.
Jarak tempuh itu tergolong kompetitif untuk mobil listrik yang diarahkan ke penggunaan harian. Platform listrik murninya juga membantu pembagian bobot menjadi lebih seimbang, yang mendukung kenyamanan dan handling.
Kabin modern dengan layar bulat
Masuk ke bagian interior, Aceman EV membawa pendekatan yang cukup unik. Mobil ini menggunakan layar OLED bulat 9,4 inci sebagai pusat kontrol berbagai fitur kendaraan.
Lewat layar tersebut, pengemudi bisa mengakses navigasi, hiburan, pengaturan kendaraan, konektivitas smartphone, hingga informasi pengisian baterai. Kabinnya dibuat minimalis, tetapi tetap terasa modern dan tidak kehilangan nuansa khas MINI.
Harga tinggi, namun ada nilai tambah mobil listrik
Sebagai mobil listrik, MINI Aceman EV mendapat keuntungan insentif pajak yang membuat biaya tahunannya lebih murah dibanding MINI bermesin bensin. Selain itu, biaya pengisian daya disebut jauh lebih hemat daripada konsumsi BBM pada kendaraan premium berbahan bakar bensin.
Gabungan desain premium, karakter berkendara yang responsif, dan status nol emisi membuat Aceman EV punya daya tarik tersendiri. Dengan banderol yang sudah menembus Rp1 miliar, model ini jelas membidik konsumen yang mencari crossover listrik bergaya unik dengan identitas MINI yang kuat.
