Mitsubishi Hidupkan Nama Eclipse Lagi, Sportback EV-nya Ternyata Kembar Nissan Leaf

Author: Redaksi Android62

Mitsubishi menyiapkan Eclipse Sportback EV untuk pasar Amerika Utara, dan model ini dijadwalkan meluncur pada paruh kedua 2026. Yang paling mengejutkan, mobil listrik itu bukan lahir dari platform baru, melainkan memakai dasar Nissan Leaf generasi ketiga.

Langkah tersebut memperlihatkan semakin eratnya sinergi di dalam aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi. Mitsubishi sebelumnya juga sudah memperkenalkan Eclipse Cross EV pada September tahun lalu sebagai versi listrik murni hasil rebadge dari Renault Scenic E-Tech.

Nama Eclipse kembali dipakai dengan pendekatan yang lebih sporty

Nama Eclipse sendiri bukan hal baru bagi Mitsubishi. Pabrikan asal Jepang itu sempat menghidupkannya kembali lewat SUV crossover Eclipse Cross, yang kemudian mendapat penyegaran desain pada 2020.

Kini, nama itu dibawa lagi ke model baru dengan embel-embel Sportback EV. Arah desainnya dibuat lebih dinamis, sehingga posisinya terasa lebih sporty dibandingkan penggunaan nama Eclipse sebelumnya.

Perbedaan eksterior dibuat agar tidak sekadar jadi Leaf bermerek Mitsubishi

Secara visual, Mitsubishi berusaha membedakan Eclipse Sportback EV dari Nissan Leaf. Perubahan terlihat pada fascia depan melalui bumper dengan area bawah yang lebih lebar dan aksen trim horizontal yang memberi kesan lebih tegas.

Lampu siang hari menjadi pembeda yang jelas. Jika Leaf memakai desain trapesium, Eclipse Sportback EV hadir dengan grafis berbentuk huruf “J”.

Logo Mitsubishi ditempatkan di tengah grille, yang juga dihiasi elemen vertikal untuk memperkuat identitas merek. Di bagian belakang, tulisan Mitsubishi tampil jelas di area tailgate, sementara bumper belakang mendapat aksen trim horizontal yang sejalan dengan bagian depan.

Model ini juga tidak memakai desain lampu belakang memanjang hingga pintu bagasi seperti pada Nissan Leaf. Meski demikian, garis besar bodinya tetap identik dengan Leaf generasi ketiga, termasuk pada desain pelek yang dibuat khusus untuk memberi karakter berbeda.

Interior masih dirahasiakan, tetapi arahnya mulai terlihat

Mitsubishi belum memperlihatkan kabin Eclipse Sportback EV secara resmi. Namun, arah desain interiornya diperkirakan akan banyak mengikuti Nissan Leaf dengan penyesuaian identitas merek Mitsubishi.

Layout dasbor disebut kemungkinan memakai layar lebar yang menggabungkan panel instrumen digital dan sistem infotainment dalam satu bidang visual. Dengan basis yang sama, ruang kabin juga diperkirakan tetap lapang untuk mendukung kebutuhan harian.

Belum ada rincian resmi soal material interior, fitur kenyamanan, maupun konfigurasi kursi. Mitsubishi juga masih menahan informasi teknis lengkap untuk diumumkan pada waktu berikutnya.

Platform CMF-EV membuka petunjuk soal spesifikasinya

Eclipse Sportback EV menggunakan platform CMF-EV yang sama dengan Nissan Leaf terbaru. Karena itu, sistem penggeraknya sangat mungkin mengikuti paket yang sudah dipakai pada model basisnya.

Sebagai gambaran, Nissan Leaf terbaru hadir dengan pilihan baterai 52 kWh atau 75 kWh. Keduanya dipadukan dengan motor listrik penggerak roda depan.

Varian awal Nissan Leaf menghasilkan tenaga 177 PS dan torsi 345 Nm, sedangkan varian yang lebih bertenaga menyuguhkan 218 PS dan torsi 355 Nm. Angka itu belum dikonfirmasi sebagai spesifikasi final Eclipse Sportback EV, tetapi kesamaan platform memberi petunjuk kuat mengenai arah teknis yang akan digunakan Mitsubishi.

Pendekatan ini juga menunjukkan strategi Mitsubishi dalam mempercepat ekspansi kendaraan listrik. Alih-alih membangun semuanya dari nol, perusahaan memanfaatkan basis produk dari mitra aliansi lalu membangun pembeda pada desain dan branding.

Bagi pasar Amerika Utara, kehadiran Eclipse Sportback EV menjadi penting karena membawa nama Eclipse ke era elektrifikasi. Di saat yang sama, model ini menunjukkan upaya Mitsubishi menjaga identitas desain sendiri meski berbagi fondasi dengan Nissan Leaf generasi ketiga.

Source: otodriver.com
Berita Terbaru