Minyak Rem Kotor Bisa Bikin Pengereman Melemah, Ini Cara Menjaganya Tetap Aman

Minyak rem yang bersih dan sesuai spesifikasi berperan langsung dalam menjaga tekanan pengereman tetap bekerja dengan baik. Saat cairan ini mulai keruh, berkurang volumenya, atau responsnya melambat, kondisi itu tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena bisa memengaruhi keselamatan berkendara.

Pada sistem rem motor, minyak rem menjadi media penghantar tekanan dari tuas ke kaliper. Karena fungsinya sangat vital, perubahan kecil pada kualitas cairan ini dapat terasa langsung di tuas atau pedal rem, termasuk saat pengereman mulai terasa tidak pakem.

Salah satu alasan minyak rem perlu rutin diganti adalah sifatnya yang higroskopis. Cairan ini mudah menyerap air dari udara, sehingga kandungan air di dalamnya bisa terus bertambah seiring waktu dan membuat titik didih turun.

Ketika titik didih menurun, minyak rem lebih mudah mendidih saat rem bekerja keras. Jika itu terjadi, gelembung udara dapat muncul di dalam sistem pengereman dan mengganggu penyaluran tekanan, sehingga rem terasa blong.

Kondisi minyak rem yang kotor juga tidak hanya berdampak pada rasa rem. Komponen penting seperti master cylinder dan kaliper ikut berisiko terdampak, sehingga penggantian berkala membantu menjaga performa sekaligus memperpanjang umur komponen rem.

Sebelum mengganti minyak rem, cairan baru harus disiapkan sesuai spesifikasi motor, seperti DOT 3, DOT 4, atau DOT 5.1. Peralatan lain yang dibutuhkan meliputi kunci ring atau kunci pas, selang bening kecil, wadah penampung, dan kain lap bersih.

Motor sebaiknya berada dalam kondisi stabil, idealnya memakai standar tengah. Sarung tangan juga perlu digunakan karena minyak rem bersifat korosif dan dapat merusak cat motor jika terkena bodi.

Proses penggantian dimulai dari membuka tutup reservoir minyak rem yang biasanya berada di dekat tuas rem depan atau pedal rem belakang. Area di sekitar tutup sebaiknya dibersihkan lebih dulu agar kotoran tidak masuk ke dalam sistem.

Setelah itu, selang bening dipasang pada nipple bleeder di kaliper rem dan ujungnya diarahkan ke wadah penampung. Tuas rem ditekan beberapa kali, lalu ditahan sebelum nipple bleeder dibuka dengan kunci ring agar minyak rem lama keluar melalui selang.

Nipple harus ditutup kembali sebelum tuas rem dilepas. Langkah ini penting supaya udara tidak masuk ke sistem dan mengganggu tekanan hidrolik.

Berikutnya, reservoir diisi dengan minyak rem baru sesuai spesifikasi motor. Proses menekan tuas rem dan membuka nipple bleeder diulang sampai cairan yang keluar tampak jernih dan tidak lagi mengandung gelembung udara.

Selama proses berlangsung, reservoir tidak boleh dibiarkan kosong. Jika habis, udara bisa masuk ke sistem dan membuat kerja rem tidak optimal.

Setelah penggantian selesai, tuas atau pedal rem perlu dites untuk memastikan rasanya solid. Bila masih terasa ada udara atau rem belum responsif, bleeding perlu diulang sampai sistem benar-benar bersih.

Penggantian minyak rem umumnya disarankan setiap 1 hingga 2 tahun sekali, tergantung intensitas penggunaan motor. Pemilik motor juga sebaiknya memakai minyak rem berkualitas dan mengikuti rekomendasi pabrikan.

Mencampur jenis minyak rem yang berbeda sebaiknya dihindari karena dapat menurunkan performa dan merusak sistem pengereman. Dengan perawatan yang benar, rem tetap responsif dan risiko rem blong bisa ditekan secara signifikan.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer