Mitsubishi Xforce HEV membawa perubahan besar pada karakter kenyamanan, terutama saat menghadapi jalan rusak, berbatu, dan tidak beraspal. Suspensinya kini dirasakan lebih lembut tanpa menghilangkan kestabilan mobil.
Perubahan ini penting karena Xforce varian sebelumnya dikenal memiliki karakter bantingan yang cenderung keras. Pada versi hybrid, penyempurnaan sasis dan suspensi menjadi fokus untuk meredam guncangan yang masuk ke kabin.
Redaman kabin lebih terkendali
Pengujian yang dilaporkan Suara.com dilakukan di rute Jakarta–Karawang serta proving ground Bridgestone. Dalam perjalanan tersebut, guncangan yang sampai ke kabin dan kursi baris kedua disebut lebih minim.
Kontur bergelombang di tol layang MBZ menjadi salah satu kondisi yang memperlihatkan karakter baru Xforce HEV. Saat EV Mode digunakan, mobil tetap memberikan redaman yang halus ketika melintasi permukaan jalan yang naik turun.
Kondisi lebih berat juga ditemui di Karawang Baru yang memiliki kerikil dan sejumlah bagian jalan tanpa lapisan aspal. Dengan Gravel Mode, Xforce HEV masih mampu menjaga kenyamanan penumpang dengan guncangan yang relatif terkendali.
PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia atau MMKSI menyatakan penyempurnaan diterapkan pada sektor suspensi dan sasis. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga traksi, stabilitas, serta kenyamanan saat mobil melintasi jalan berlubang maupun berbatu.
Motor listrik memberi respons lebih cepat
Karakter berkendara Xforce HEV tidak hanya berubah pada sisi redaman, tetapi juga pada respons tenaganya. Motor listrik mengambil peran besar ketika mobil mulai bergerak, melaju pada kecepatan rendah, dan menghadapi lalu lintas perkotaan.
Konfigurasi hybrid membuat respons awal terasa lebih spontan, namun tetap mudah dikendalikan. Saat penggerak listrik bekerja dominan, suasana kabin juga berpotensi terasa lebih senyap.
| Komponen | Spesifikasi | Tenaga | Torsi |
|---|---|---|---|
| Mesin bensin | 1.6L DOHC MIVEC | 107 PS | 134 Nm |
| Motor listrik | Dipadukan dengan mesin bensin | 116 PS | 255 Nm |
Mesin bensin pada Mitsubishi Xforce HEV tidak semata-mata menambah tenaga penggerak. Mesin ini juga dapat mengisi daya baterai serta bekerja bersama motor listrik ketika mobil membutuhkan dorongan lebih besar.
Kombinasi kedua sumber tenaga itu digunakan saat mobil menanjak, menyalip, atau melaju pada kecepatan tinggi. Respons yang lebih agresif dapat dipilih melalui Tarmac Mode yang memberi akselerasi lebih cepat.
Potensi efisiensi masih bergantung penggunaan
Data pada panel instrumen menunjukkan konsumsi rata-rata 19,7 km per liter setelah mobil menempuh 188 km. Hasil tersebut memberi gambaran awal efisiensi sistem hybrid, meski belum menjadi verifikasi jarak tempuh dalam satu tangki penuh.
Selama perjalanan itu, indikator bahan bakar hanya berkurang satu bar dan estimasi jarak tersisa tercatat sekitar 850 km. Angka tersebut dapat berubah sesuai kondisi rute, gaya berkendara, dan penggunaan kendaraan.
MMKSI menyebut Xforce HEV berpotensi menempuh hingga 1.000 km dengan tangki 42 liter yang terisi penuh. Rifat Sungkar, brand ambassador Mitsubishi di Indonesia, mencatat jarak hingga 1.170 km dalam pengujiannya menggunakan tangki penuh.
