Mitsubishi Kejar 1.000 Unit Xforce per Bulan, Xpander Hybrid Harus Menunggu

Author: Redaksi Android62

Mitsubishi menargetkan penjualan Xforce mencapai sekitar 1.000 unit per bulan setelah varian hybrid diperkenalkan di Indonesia. Sasaran tersebut membuat perusahaan mendahulukan Xforce Hybrid dibandingkan Mitsubishi Xpander Hybrid.

Sebelum varian hybrid hadir, penjualan Xforce berada sedikit di bawah 500 unit per bulan. Director of Sales & Marketing Division MMKSI, Irwan Kuncoro, menyatakan varian baru itu diharapkan menambah volume hingga total penjualan mencapai target bulanan tersebut.

“Nah dengan hadirnya Xforce yang hybrid ini diharapkan bisa menambah lah ya jadi total 1.000 unit per bulan,” kata Irwan. MMKSI juga membidik akumulasi sekitar 1.000 surat pemesanan kendaraan atau SPK dari masa peluncuran sampai GIIAS 2026.

Varian Hybrid Menjadi Penggerak Target

Target kenaikan penjualan menunjukkan posisi varian hybrid menjadi bagian penting dalam strategi Mitsubishi untuk Xforce di Indonesia. Perusahaan berharap tambahan teknologi elektrifikasi dapat memperluas daya tarik SUV kompak tersebut.

Keputusan ini tidak semata-mata berangkat dari ketersediaan teknologi hybrid. Mitsubishi juga menilai Xforce memiliki prospek penjualan yang lebih menjanjikan bagi pasar domestik.

Model Status di Indonesia Informasi Utama
Mitsubishi Xforce Hybrid Diprioritaskan Menjadi andalan peningkatan penjualan Xforce menuju sekitar 1.000 unit per bulan
Mitsubishi Xpander Hybrid Belum dibawa Sudah dipasarkan di Thailand bersama Xpander Cross HEV

Presiden Direktur MMKSI, Atsushi Kurita, menjelaskan pemilihan Xforce dilakukan setelah perusahaan mengevaluasi kebutuhan konsumen Indonesia. Mitsubishi juga menghimpun masukan pasar selama sekitar dua tahun sejak Xforce diluncurkan pada 2023.

Masukan tersebut menjadi dasar perubahan yang cukup besar pada model ini. Perusahaan menilai pengembangan Xforce perlu menjawab saran dan ekspektasi pelanggan yang telah dikumpulkan selama periode tersebut.

Pembaruan Tidak Hanya pada Sistem HEV

Teknologi Hybrid Electric Vehicle atau HEV menjadi pembaruan utama pada Xforce yang diprioritaskan untuk Indonesia. Namun, pembaruan kendaraan ini juga mencakup penambahan panoramic roof pada New Xforce.

Mitsubishi turut meningkatkan kenyamanan dan kesenyapan kabin. Penyempurnaan itu disebut sebagai respons atas kebutuhan yang disampaikan konsumen terhadap Xforce.

Kurita mengatakan Xforce dipilih lebih dahulu karena dinilai sangat menjanjikan untuk pasar Indonesia. Pernyataan tersebut ia sampaikan di sela peluncuran New Xforce di Jakarta, sebagaimana dilaporkan oto.detik.com.

“Dan karena memang ini produk yang sangat menjanjikan untuk pasar Indonesia, jadi (untuk hybrid) kita mulai dari Xforce terlebih dahulu (daripada Xpander),” ujar Kurita. Dengan pertimbangan itu, Mitsubishi Xpander Hybrid belum masuk dalam agenda peluncuran untuk pasar Indonesia.

Xpander Hybrid Sudah Ada di Thailand

Xpander dan Xpander Cross HEV sebenarnya telah dipasarkan di Thailand. Ketersediaan kedua model tersebut di negara Asia Tenggara itu belum otomatis membuat Mitsubishi membawa Xpander Hybrid ke Indonesia.

MMKSI menilai prioritas elektrifikasi perlu diberikan kepada model yang paling sesuai dengan kondisi pasar domestik. Dalam penilaian perusahaan, Xforce menjadi pilihan yang lebih tepat untuk menerima teknologi hybrid terlebih dahulu.

Belum hadirnya Xpander Hybrid tidak berarti MPV tersebut tidak memiliki pasar di kawasan Asia Tenggara. Namun, Mitsubishi kini memusatkan perhatian pada penerimaan Xforce Hybrid sebagai penentu pencapaian target penjualan yang telah dipasang.

Berita Terbaru