Mobil bekas di harga bawah Rp100 juta masih menjadi incaran utama konsumen. Data transaksi kuartal I 2026 menunjukkan segmen ini tetap paling favorit, dengan Daihatsu Ayla dan Toyota Agya sebagai model yang paling banyak diminati.
Minat besar pada mobil terjangkau itu ikut mendorong pelaku usaha memperluas jaringan layanan. Di tengah belanja kendaraan yang makin digital, gerai fisik tetap dicari karena memberi rasa aman, nyaman, dan kepercayaan yang lebih besar saat membeli mobil bekas.
Ekspansi gerai ke kota dengan pasar dinamis
Salah satu langkah ekspansi datang dari OLXmobbi yang membuka gerai baru di Bogor, Jawa Barat, dan Samarinda, Kalimantan Timur. Kedua kota ini dipandang memiliki pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat yang tinggi.
Direktur OLXmobbi Agung Iskandar menyebut kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi dan layanan jual beli mobil bekas terpercaya terus meningkat di berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, perusahaan memperkuat kombinasi layanan digital dan jaringan gerai fisik agar akses pelanggan lebih mudah.
Pembukaan dua gerai itu juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan mobil bekas berkualitas dengan pengalaman transaksi yang aman dan nyaman. Kehadiran outlet offline tetap dianggap relevan meski pola belanja konsumen semakin bergeser ke platform digital.
Pilihan mobil bekas makin beragam
Jaringan yang terus berkembang itu kini menawarkan lebih dari 2.000 pilihan mobil bekas dari berbagai segmen harga. Sasaran utamanya mencakup keluarga, pelaku usaha, pekerja pemula, hingga pembeli mobil pertama.
Selain kelas di bawah Rp100 juta, minat pasar juga kuat di rentang harga Rp100 juta hingga Rp200 juta. Pada kelompok ini, Honda Brio Satya dan Daihatsu Sigra menjadi pilihan utama masyarakat.
Pola tersebut memperlihatkan bahwa pembeli masih mencari mobilitas yang praktis dan efisien. Model yang terjangkau dan cocok untuk penggunaan harian tetap berada di posisi penting dalam perburuan mobil bekas.
Gerai offline masih punya peran besar
Pertumbuhan permintaan tidak hanya menambah stok kendaraan, tetapi juga mendorong perluasan titik layanan. Bagi banyak konsumen, melihat kondisi mobil secara langsung masih menjadi bagian penting sebelum mengambil keputusan.
Gerai fisik memberi ruang untuk konsultasi, pemeriksaan kendaraan, dan pembahasan skema pembayaran dengan lebih rinci. Kehadiran outlet offline juga membantu menjaga transparansi kondisi unit dan layanan purna jual.
Model bisnis yang menggabungkan platform digital dan gerai fisik memberi fleksibilitas lebih besar bagi konsumen. Pencarian kendaraan bisa dilakukan secara daring, lalu inspeksi dan transaksi dapat dilanjutkan di lokasi.
Promo pembukaan ikut menarik perhatian
Untuk pembukaan gerai baru, pelanggan di Bogor mendapat promo hingga 15 Juni 2026. Lokasinya berada di Boxies 123 Mall, Jalan Raya Tajur No.123.
Promo di Samarinda berlangsung hingga 22 Juni 2026, dengan gerai yang berlokasi di Jalan PM Noor No.888. Penawaran yang disiapkan mencakup bonus hingga Rp10 juta dan uang muka mulai Rp3 juta.
Konsumen juga bisa memperoleh cashback hingga Rp2 juta serta voucher belanja total Rp5 juta. Selain itu, tersedia gratis asuransi selama satu tahun dan garansi mesin serta transmisi selama satu tahun.
Perusahaan juga menyiapkan jaminan uang kembali selama tujuh hari dan bebas biaya jasa perawatan sampai 30.000 kilometer atau 18 bulan. Paket semacam ini menunjukkan persaingan di pasar mobil bekas kini tidak hanya bergantung pada harga unit.
Layanan jual dan tukar tambah ikut diperluas
Ekspansi gerai baru tidak berhenti pada penjualan mobil bekas. Layanan jual mobil dan tukar tambah juga disediakan untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang lebih luas.
Prosesnya dilengkapi inspeksi gratis oleh tim ahli, sementara pelanggan juga bisa memanfaatkan layanan inspeksi dari rumah agar langkah awal penjualan kendaraan lebih praktis. Untuk pencairan dana, perusahaan menyebut prosesnya bisa dilakukan sekitar satu jam setelah dokumen dinyatakan lengkap.
Perkembangan ini menunjukkan pasar mobil bekas masih aktif, baik dari sisi permintaan maupun perluasan jaringan. Selama kebutuhan kendaraan pribadi yang terjangkau tetap tinggi, kota-kota dengan mobilitas dan pertumbuhan ekonomi kuat masih berpotensi menjadi target ekspansi diler baru.
Source: kabaroto.com






