Modal Kuat Dan Likuiditas Terjaga, Bank Tanah Air Siap Hadapi Tekanan Global

Author: Redaksi Android62

Perbankan nasional kini menempatkan modal dan likuiditas sebagai benteng utama saat menghadapi ketidakpastian global. Di tengah tekanan ekonomi yang bergerak cepat, bank dituntut tetap mampu menjalankan operasional tanpa mengganggu kepercayaan nasabah.

Untuk membaca kekuatan itu, banyak bank memperkuat pengawasan risiko lewat stress test. Uji ketahanan ini membantu bank menilai seberapa besar tekanan yang masih bisa diserap oleh permodalan, kualitas aset, dan cadangan yang dimiliki.

BCA melihat ketahanan masih terjaga

PT Bank Central Asia Tbk. menjadi salah satu bank yang telah menjalankan stress test sesuai arahan regulator. Direktur BCA Subur Tan menyebut hasil pengujian tersebut masih memberi sinyal yang cukup melegakan dan menunjukkan kondisi yang solid.

Dalam paparan kinerja kuartal I/2026 yang digelar secara daring, Subur menjelaskan bahwa permodalan BCA tetap kuat. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio bank itu berada di kisaran 29%, jauh di atas ketentuan minimal Otoritas Jasa Keuangan.

Kualitas kredit pun masih berada pada level yang terjaga. Non-Performing Loan BCA tercatat 1,8% pada kuartal I/2026, sehingga risiko kredit bermasalah masih terkendali.

Subur juga menyampaikan adanya kenaikan kecil pada loan at risk, tetapi posisinya tetap dapat dikendalikan. Cadangan yang dimiliki perseroan dinilai masih memadai untuk mengantisipasi tekanan yang mungkin muncul ke depan.

Uji ketahanan jadi bagian rutin pengawasan bank

Dari sisi lain industri, stress test bukan sekadar respons sesaat terhadap gejolak pasar. Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menjelaskan bahwa pengujian ini dijalankan secara berkala sebagai bagian dari kehati-hatian bank.

BTN melakukan stress test setiap tiga bulan untuk membaca kemampuan bertahan bank dalam berbagai situasi ekonomi. Hasilnya dipakai untuk menakar kemungkinan tekanan yang datang dari perubahan kondisi global dan membantu bank menyiapkan langkah antisipatif.

Setiyo menegaskan bahwa pengujian tersebut penting untuk melihat situasi ekonomi ke depan dalam kondisi apa pun. Informasi yang diperoleh tidak berhenti di level evaluasi, tetapi juga menjadi dasar menjaga stabilitas bank agar tetap terpelihara saat kondisi makro berubah cepat.

BTN perketat seleksi debitur

Selain mengandalkan stress test, BTN juga memperkuat mitigasi risiko kredit macet, terutama di sektor konstruksi. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menyeleksi debitur dengan lebih hati-hati agar kualitas pembiayaan tetap terjaga.

BTN memprioritaskan calon debitur yang memiliki rekam jejak usaha memadai, kapasitas keuangan kuat, dan permodalan yang cukup. Faktor lokasi usaha juga ikut menjadi bagian dari penilaian sebelum pembiayaan diberikan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan risiko tidak bertumpu pada satu alat saja. Stress test, seleksi debitur, dan penguatan mitigasi risiko berjalan bersama untuk menjaga portofolio pembiayaan tetap sehat.

Di tengah tekanan eksternal yang belum mereda, modal dan likuiditas tetap menjadi dua penopang yang paling diperhatikan industri perbankan. Keduanya menentukan seberapa siap bank menghadapi gangguan tanpa mengorbankan layanan maupun kepercayaan nasabah.

Source: finansial.bisnis.com
Berita Terbaru