Modal Lebih Ringan, Gurame di Tandon Bekas Ternyata Bisa Tumbuh Optimal

Author: Redaksi Android62

Budidaya gurame di tandon air bekas menawarkan cara yang lebih hemat bagi warga yang memiliki lahan sempit. Dengan wadah yang tepat, usaha ini bisa dijalankan di halaman, teras, bahkan di dalam ruangan tanpa memerlukan area luas.

Keuntungan lain terletak pada peluang pasar yang tetap terbuka. Gurame masih diminati karena dagingnya tebal, rasanya disukai, kandungan proteinnya tinggi, dan harga jualnya cenderung bertahan di level yang menarik.

Wadah bekas harus dipastikan aman sejak awal

Tandon bekas tidak bisa langsung dipakai begitu saja untuk menampung benih. Wadah harus benar-benar bebas dari riwayat penyimpanan bahan kimia beracun atau oli agar tidak membahayakan ikan.

Langkah awalnya adalah memotong bagian atas tandon agar bukaan menjadi lebih lebar. Setelah itu, sisi yang bocor perlu ditambal menggunakan lem pipa plastik yang kuat atau lem silikon khusus akuarium.

Bagian dalam tandon lalu dibersihkan menyeluruh dari lumut, endapan zat besi, dan sisa sabun. Setelah disikat dan dibilas dengan larutan garam krosok atau antiseptik ringan, wadah dijemur selama 2–3 hari di bawah sinar matahari langsung.

Air harus dipersiapkan sebelum benih masuk

Air bersih yang baru dimasukkan belum layak untuk pemeliharaan. Tandon sebaiknya diisi hingga ketinggian 70–80 sentimeter, lalu didiamkan selama 24 jam agar kandungan kaporit, klorin, atau zat besi lebih stabil.

Sesudah itu, air dapat diberi sedikit probiotik perikanan dan sejumput garam krosok. Dalam 3–5 hari, warna air yang mulai kehijauan atau kecokelatan menunjukkan ekosistem mulai matang dan mikroorganisme positif mulai terbentuk.

Kondisi tersebut membantu menjaga pH air tetap berada pada kisaran 6,5 hingga 7,5. Stabilitas ini penting karena benih gurame sangat mudah stres jika langsung dimasukkan ke media yang belum siap.

Karena volume tandon terbatas dan bentuknya vertikal, aerator kecil juga perlu dipasang. Batu aerasi di dasar tandon membantu menyuplai oksigen terlarut dan mengurangi penumpukan kotoran.

Benih sehat dan kepadatan tebar harus terkendali

Keberhasilan panen sangat dipengaruhi kualitas benih. Benih yang baik bergerak aktif, ukurannya seragam, tidak cacat pada sirip atau ekor, dan responsif saat diberi pakan.

Untuk media tandon, ukuran benih minimal sekitar 5–7 sentimeter atau setara silet hingga korek gas. Ukuran ini dinilai lebih siap beradaptasi dengan ruang budidaya yang terbatas.

Sebelum ditebar, benih perlu diaklimatisasi agar tidak mengalami syok suhu. Kantong plastik berisi benih cukup diapungkan 15–20 menit di permukaan air, lalu dibuka perlahan agar air tandon masuk sedikit demi sedikit.

Pada tandon berkapasitas sekitar 1.000 liter, jumlah tebar yang disarankan berada di kisaran 50–70 ekor. Kepadatan yang terlalu tinggi berisiko memicu perebutan oksigen, menghambat pertumbuhan, dan mempercepat penyebaran penyakit.

Pakan dan kebersihan air menentukan biaya operasional

Pakan utama gurame adalah pelet terapung dengan kandungan protein minimal 28–30 persen. Pemberian dilakukan dua kali sehari, pagi sekitar pukul 08.00 dan sore sekitar pukul 16.00, dengan porsi secukupnya.

Untuk menekan biaya, pakan hijau juga bisa diberikan pada siang hari. Daun talas, daun singkong, azolla, dan kangkung termasuk pakan alternatif yang disukai dan dapat membantu menghemat pelet hingga 30 persen.

Pakan sebaiknya diberikan sedikit demi sedikit dengan feeding rate 2–3 persen dari bobot total ikan. Jika pelet belum habis dalam 5–10 menit, sisa pakan harus segera diangkat supaya tidak membusuk dan menghasilkan amonia beracun.

Selain pakan, kebersihan air tetap harus dijaga. Gurame memang dikenal tahan pada air minim oksigen karena memiliki organ pernapasan tambahan, tetapi kondisi media yang kotor tetap bisa mengganggu pertumbuhan.

Bottom drain pada dasar tandon memudahkan pembuangan endapan tanpa harus menguras seluruh air. Pembuangan kotoran dasar bisa dilakukan sekitar 10–15 persen dari total volume air setiap minggu, lalu diganti dengan air baru yang sudah diendapkan.

Setiap dua minggu, air juga bisa ditambah sejumput garam krosok dan probiotik untuk membantu menjaga keseimbangan bakteri pengurai. Langkah ini penting agar kualitas media tetap stabil selama masa pemeliharaan.

Waspada penyakit dan lakukan sortir ukuran

Peternak perlu memperhatikan risiko jamur kulit, kutu ikan, dan bintik putih, terutama saat pergantian musim atau suhu air turun drastis. Ikan yang berenang lemas di permukaan atau menggosokkan tubuh ke dinding tandon sebaiknya segera dikarantina dan diobati dengan larutan garam pekat atau methylene blue.

Pertumbuhan gurame dalam satu wadah sering tidak seragam. Karena itu, penyortiran ukuran perlu dilakukan setiap 2 atau 3 bulan sekali agar ikan yang lebih besar tidak mendominasi pakan dan menekan pertumbuhan ikan kecil.

Jika tersedia lebih dari satu tandon, ikan hasil sortir bisa dipindahkan berdasarkan ukuran. Cara ini membantu pertumbuhan lebih merata sekaligus mengurangi risiko saling menekan di ruang yang terbatas.

Panen umumnya bisa dilakukan pada bulan ke-8 hingga ke-10 setelah benih ditebar. Ukuran konsumsi yang banyak dicari pasar dan restoran berada pada kisaran 400–600 gram per ekor, dengan panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari agar ikan tidak terlalu stres dan mutu daging tetap terjaga.

Berita Terbaru