Mode Kura-Kura Dan Netral Elektronik, Cara Mobil Listrik Tetap Bisa Menepi Aman Saat Bermasalah

Author: Redaksi Android62

Mobil listrik yang mendadak bermasalah di jalan tidak selalu harus langsung masuk derek. Dalam kondisi tertentu, kendaraan masih bisa dipindahkan ke tepi jalan dengan aman selama pengemudi memahami tanda peringatan yang muncul lebih dulu.

Sistem mobil listrik umumnya memberi sinyal sebelum gangguan menjadi lebih serius. Indikator di dashboard menjadi petunjuk awal yang penting, dan pengemudi perlu segera merespons begitu tanda itu muncul agar situasi tidak berkembang menjadi mogok total di lajur jalan.

Warna indikator jadi petunjuk awal

Founder EVSafe Indonesia, Mahaendra Gofar, menjelaskan bahwa lampu peringatan pada mobil listrik biasanya mengikuti konvensi warna tertentu. Warna kuning menandakan peringatan, sementara warna merah menunjukkan kondisi bahaya.

Arti warna itu tidak boleh diabaikan karena sistem sudah memberi sinyal lebih dulu. Jika peringatan dibiarkan, kerusakan bisa bertambah parah dan risiko mobil berhenti di tempat yang berbahaya juga makin besar.

Mobil bisa masuk mode keselamatan

Saat gangguan tergolong berat, mobil listrik umumnya masuk ke mode keselamatan otomatis. Di Indonesia, kondisi ini lebih dikenal sebagai limp mode, yaitu mode ketika komputer kendaraan membatasi kerja sistem agar kerusakan tidak meluas.

Dalam kondisi tersebut, mobil masih dapat bergerak, tetapi tenaga, kecepatan, dan akselerasinya dibatasi. Pembatasan ini memang dirancang agar pengemudi masih sempat mengarahkan kendaraan ke lokasi yang lebih aman.

Baterai habis tidak selalu membuat mobil langsung mati

Salah satu kondisi yang paling sering membuat mobil listrik berhenti adalah baterai yang habis. Namun, kendaraan biasanya tidak langsung mati begitu saja karena sistem terlebih dahulu memberi batasan melalui limp mode.

Pada tahap itu, mobil masih menyisakan kemampuan bergerak pelan agar pengemudi bisa menepi. Mahaendra Gofar menyebut kondisi tersebut biasanya ditandai dengan turtle mode atau ikon kura-kura di dashboard.

Tanda itu berarti kapasitas daya sudah sangat terbatas. Begitu muncul, prioritas utama bukan melanjutkan perjalanan jauh, melainkan segera mencari tempat aman untuk berhenti.

Masih bisa digeser jika daya belum habis total

Jika mobil listrik masih memiliki daya, kendaraan dapat dipindahkan tanpa harus menunggu derek. Salah satu caranya adalah dengan memasukkan mobil ke posisi netral melalui Towing Mode atau Mode Derek.

Setelah mode itu aktif, mobil bisa didorong seperti saat memindahkan kendaraan untuk parkir paralel. Cara ini berguna ketika mobil perlu segera disingkirkan dari badan jalan agar tidak mengganggu lalu lintas.

Saat mobil benar-benar mati total

Situasinya menjadi lebih sulit jika mobil mati total tanpa daya. Pada keadaan ini, mobil tidak mudah didorong karena sistem pemindah gigi bersifat elektronik dan tetap memerlukan suplai listrik.

Komponen seperti aki 12V juga tetap berperan agar shifter bisa dinetralkan. Karena itu, bila dashboard masih menyala, mobil biasanya masih punya peluang untuk masuk ke netral atau towing mode.

Kalau kendaraan benar-benar tidak memiliki daya, bantuan tim towing atau first responder biasanya dibutuhkan. Langkah awal yang lazim dilakukan adalah menjumper aki 12V agar sistem kembali mendapat suplai listrik, lalu kendaraan baru bisa dipindahkan dengan lebih aman.

Penanganan mobil listrik yang bermasalah di jalan jadi lebih cepat jika pengemudi paham arti indikator, limp mode, turtle mode, dan towing mode. Pemahaman itu membantu kendaraan segera menepi sebelum gangguan berubah menjadi masalah yang lebih besar.

Source: oto.detik.com
Berita Terbaru