Modric Tembus 200 Laga, Kroasia Tetap Goyah Meski Kalahkan Panama

Author: Redaksi Android62

Kroasia memang menang 1-0 atas Panama, tetapi hasil itu belum cukup membuat posisi mereka aman di Grup L Piala Dunia 2026. Nasib lolos ke babak gugur masih harus ditentukan pada laga terakhir, setelah Inggris dan Gana sama-sama mengoleksi empat poin sementara Kroasia berada di bawahnya dengan tiga poin.

Laga di Philadelphia itu juga menghadirkan momen istimewa bagi Luka Modric. Gelandang berusia 40 tahun tersebut mencatat penampilan internasional ke-200 bersama Kroasia, sebuah pencapaian yang menambah bobot kemenangan tipis timnya.

Gol Budimir Menjadi Pembeda

Penentu kemenangan Kroasia hadir pada menit ke-54 melalui Ante Budimir. Gol itu lahir dari umpan silang melengkung Josip Stanišić dari sisi kanan, lalu Budimir menuntaskannya ke gawang yang sudah terbuka.

Daya serang Kroasia baru benar-benar hidup setelah Zlatko Dalić memasukkan tambahan penyerang pada babak kedua. Hanya empat menit berselang, perubahan itu langsung berbuah gol, meski sang pelatih menilai timnya tidak menjalani pertandingan dengan mudah.

“Pertandingan ini sangat sulit dan sejujurnya saya tidak menyangka akan sesulit ini,” kata Dalić. Ia juga menyebut Kroasia sempat tidak bereaksi dengan baik karena tekanan kebutuhan tiga poin.

Panama Memberi Perlawanan Ketat

Panama tampil jauh lebih merepotkan dari perkiraan dan mampu menjaga intensitas sepanjang laga. Tim lawan beberapa kali membuat Kroasia kesulitan mengembangkan permainan, terutama ketika tempo pertandingan mulai meningkat.

Peluang terbesar Panama datang pada menit ke-67. Cristian Martínez menjaga bola tetap hidup di area sudut lapangan, lalu timnya melepaskan tiga tembakan beruntun yang semuanya digagalkan oleh Dominik Livaković.

Martínez menilai timnya sebenarnya punya momen untuk mengubah jalannya pertandingan. “Ini jenis pertandingan yang membuat Anda merasa mendominasi dan bisa mencetak gol,” ujarnya.

Penghormatan Untuk Sang Kapten

Setelah laga, perhatian lain tertuju kepada Modric yang mencapai 200 penampilan untuk timnas Kroasia. Rekan-rekannya memberi penghormatan khusus dengan mengenakan kaus hitam bergambar Modric dan angka “200” berwarna emas, sementara dua angka nolnya dibuat menyerupai simbol tak terhingga.

Modric juga sempat memberi peluang tambahan bagi Kroasia sesudah gol Budimir. Umpan matangnya kepada Marco Pašalić membuat sang pemain lolos sendirian, tetapi upaya itu masih digagalkan kiper Panama Orlando Mosquera.

Bek Kroasia Marin Pongračić menegaskan betapa besar pengaruh sang kapten di ruang ganti maupun di lapangan. “Semua orang tahu apa arti dirinya bagi kami,” kata Pongračić, seraya menyebut Modric sebagai kapten, pemimpin, dan legenda terbesar sepak bola Kroasia.

Persaingan Grup L Masih Terbuka

Hasil ini membuat persaingan di Grup L tetap terbuka hingga pertandingan terakhir. Kroasia akan menghadapi Gana pada Sabtu (27/6/2026) di Philadelphia, sementara Inggris bertemu Panama di East Rutherford, New Jersey.

Dengan situasi poin yang masih rapat, kemenangan atas Panama menjadi modal penting bagi Kroasia. Namun, peluang mereka untuk melaju tetap bergantung pada hasil laga penutup grup yang akan menentukan nasib seluruh peserta.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru