Starship Troopers: Ultimate Bug War datang dengan bekal yang tidak kecil. Gim tembak-menembak orang pertama garapan Auroch Digital ini membawa lisensi Starship Troopers, diterbitkan oleh Dotemu dan Game Source Entertainment, serta dijual di harga $20/£15.
Dari atas kertas, paketnya terlihat menjanjikan karena semesta Starship Troopers punya identitas visual yang kuat. Estetika propaganda militeristik dan perang melawan arachnid memang kembali hadir, tetapi pengalaman bermainnya tidak mampu menjaga energi yang dibutuhkan untuk membuat perang bug terasa mengancam.
Senjata Menjadi Bagian Paling Meyakinkan
Salah satu hal yang paling konsisten dipuji dari Ultimate Bug War adalah rasa menembaknya. Morita assault rifle dan varian senjatanya disebut punya bobot yang pas, dengan hentakan tembakan yang mantap dan efek visual saat peluru mengenai target yang terasa memuaskan.
Masalahnya, kualitas senjata ini sering tidak mendapat dukungan dari situasi pertempuran yang sepadan. Saat arena terasa lengang dan musuh datang terlalu jarang, sensasi tembak-menembak kehilangan tekanan yang seharusnya menjadi inti dari gim semacam ini.
Map Luas, Musuh Sedikit
Kritik terbesar tertuju pada desain map dan ritme pertempuran. Banyak area level yang terasa terlalu luas namun tidak diisi dengan cukup banyak ancaman, sehingga pemain kerap bergerak cukup lama tanpa tekanan berarti.
Berikut beberapa poin yang paling menonjol dari masalah pacing permainan:
- area level cenderung lapang dan jarang dipadati musuh;
- objektif misi terasa berulang dari satu tahap ke tahap berikutnya;
- ketegangan tempur tidak terbangun secara stabil;
- banyak pertarungan terasa seperti jeda singkat, bukan perang besar-besaran.
Kondisi itu membuat alur permainan cepat terasa monoton. Alih-alih menghadirkan eskalasi perang total seperti yang diharapkan dari waralaba ini, permainan lebih sering terasa seperti rangkaian tugas yang dipisah oleh momen baku tembak singkat.
Dukungan Udara Ada, tetapi Tidak Selalu Terpakai
Ultimate Bug War juga memberi akses pada serangan udara dan artileri dari armada Federation. Secara visual dan audio, fitur ini dinilai cukup kuat dan memberi kesan skala perang yang lebih besar.
Namun, efektivitasnya kerap terbentur kondisi lapangan. Musuh yang tidak cukup padat membuat serangan semacam ini terasa berlebihan, sementara waktu penempatan yang lama dan risiko mengenai diri sendiri menempatkannya sebagai pilihan pelengkap, bukan alat utama dalam bertarung.
Klendathu Menjadi Bagian yang Paling Mendekati Harapan
Di antara seluruh level, Klendathu disebut sebagai titik paling berhasil. Tahap pembuka ini menghadirkan medan perang terbuka, target yang lebih beragam, dan gerombolan bug yang lebih padat dibanding banyak level lain.
Pada momen itu, permainan akhirnya mendekati fantasi perang Starship Troopers yang dikenal penggemar. Tekanan dari berbagai arah membuat Klendathu terasa lebih hidup dan lebih layak disebut sebagai pertempuran besar.
Mode Assassin Bug Menambah Variasi, tetapi Tidak Banyak Mengubah Tempo
Gim ini juga memberi kesempatan bermain sebagai Assassin Bug di pertengahan kampanye. Secara konsep, pilihan ini menambah variasi, tetapi pelaksanaannya dinilai kurang menggigit karena lawan manusia bisa tumbang dalam satu serangan.
Objektif yang diberikan pun cenderung sederhana, seperti menghancurkan tenda kecil dan generator. Tanpa misi yang lebih kuat, mode ini lebih terasa sebagai selingan ketimbang bagian yang benar-benar memperkaya kampanye.
Pada akhirnya, Starship Troopers: Ultimate Bug War masih menyisakan beberapa elemen yang layak diapresiasi, terutama senjata yang enak dipakai dan tahap Klendathu yang paling padat aksi. Meski begitu, map yang terasa kosong, musuh yang terlalu jarang, dan misi yang repetitif membuat gim ini sulit mencapai kegilaan perang bug yang semestinya menjadi daya tarik utamanya.
