Moto Pen Ultra menjadi pembeda utama pada Motorola Razr Fold karena stylus aktif ini bisa dipakai di layar luar 6,6 inci maupun layar utama 8,1 inci. Dukungan itu membuat ponsel lipat ini terasa lebih siap untuk catatan, anotasi, dan sketsa tanpa harus selalu dibuka.
Namun, aksesori penanya tidak ikut masuk dalam paket penjualan. Motorola menjual Moto Pen Ultra terpisah dengan harga $99, sehingga pengguna yang ingin memanfaatkan fungsi stylus perlu menambah biaya di luar harga Razr Fold yang dimulai dari $1,899.99.
Stylus aktif untuk dua layar
Moto Pen Ultra dirancang sebagai pendamping resmi Razr Fold, bukan pena pasif biasa. Perangkat ini terhubung lewat Bluetooth dan memakai casing pengisian daya magnetik, yang menegaskan fokusnya pada penggunaan aktif sehari-hari.
Motorola juga membekali stylus ini dengan 4.096 tingkat sensitivitas tekanan. Ada pula dukungan tilt control yang membantu menghasilkan efek shading dan tekstur saat menggambar, ditambah palm rejection agar telapak tangan tidak terbaca sebagai input.
Untuk respons, Motorola menempatkan latensi rendah dan ujung pena yang halus sebagai bagian dari pengalaman pakai. Perusahaan juga menyebut pendekatan ini mirip dengan konsep Samsung S Pen, lengkap dengan opsi gaya pena dan brush yang bisa diganti sesuai kebutuhan.
Tidak hanya untuk menulis
Penggunaan Moto Pen Ultra tidak berhenti pada coretan atau catatan cepat. Stylus ini mendukung anotasi, clipping, memindahkan teks atau gambar, serta pengambilan tangkapan layar.
Ada juga fitur Quick Clip yang memungkinkan pengguna menyorot konten lalu mengirimkannya ke catatan. Sementara itu, fitur Sketch to Image dipakai untuk mengubah sketsa kasar menjadi gambar digital.
Motorola menambahkan Speed Share untuk mempercepat pengiriman catatan atau anotasi ke kontak yang disarankan sistem. Selain itu, fitur hover memungkinkan beberapa interaksi dilakukan tanpa menekan layar secara langsung.
Dukungan fitur berbasis AI juga hadir lewat Circle to Search. Kehadiran fungsi ini membuat stylus terasa relevan bukan hanya untuk kreator, tetapi juga untuk pencarian harian.
Lebih masuk akal karena format lipatnya
Keberadaan stylus pada Razr Fold punya alasan yang kuat karena perangkat ini mengusung format book-style. Ponsel terbuka secara vertikal dari ukuran ponsel biasa menjadi layar yang lebih besar dan terasa lebih dekat ke tablet.
Ruang kerja yang lebih luas membuat aktivitas seperti membaca sambil memberi anotasi, membuat catatan, atau menggambar jadi lebih nyaman. Motorola memang punya banyak ponsel flip dan fold, tetapi Razr Fold diposisikan berbeda karena mengejar pengalaman layar besar, bukan sekadar desain lipat clamshell.
Baterai dan perlindungan penggunaan
Moto Pen Ultra diklaim tahan hingga tiga jam per pengisian. Casing kain yang disertakan menambah daya hingga 27 jam lagi, sehingga total pemakaian efektifnya bisa mendukung penggunaan sepanjang hari.
Motorola juga menambahkan peringatan baterai lemah dan notifikasi saat stylus tidak lagi berada bersama pengguna. Dua fitur ini membantu menjaga aksesori tetap siap pakai dan mengurangi risiko tertinggal atau hilang.
Bagi pengguna yang memang tidak membutuhkan stylus, pemisahan harga ini mungkin masih terasa wajar. Tetapi bagi pelajar, kreator konten, dan profesional bisnis, Moto Pen Ultra bisa menjadi bagian penting dari pengalaman memakai Motorola Razr Fold.
Source: www.androidcentral.com






