Di pasar motor bekas 2026, beberapa sport 150 cc yang dulu dibanderol nyaris Rp30 jutaan kini sudah turun jauh dan mulai masuk ke rentang Rp4 jutaan hingga Rp17 jutaan. Perubahan ini membuat nama-nama selevel Yamaha Vixion kembali ramai dicari, terutama karena mesin masih dikenal teruji dan suku cadang relatif mudah ditemukan.
Harga yang lebih rendah memang membuka peluang lebih besar, tetapi kondisi unit tetap harus jadi perhatian utama. Sebab, sebagian besar motor di daftar ini sudah berusia lebih dari satu dekade dan kualitas tiap unit bisa sangat berbeda.
Pilihan termurah masih dipegang Vixion old
Yamaha Vixion generasi pertama keluaran 2007-2010 jadi salah satu yang paling menonjol karena harganya mulai Rp4 jutaan. Motor ini masih dianggap relevan untuk pemakaian harian karena masuk kelas sport 150 cc injeksi dengan harga bekas yang sangat terjangkau.
Vixion old memakai mesin 149,8 cc SOHC 4-katup berpendingin cairan. Tenaganya 14,8 hp di 8.500 rpm dan torsinya 13,1 Nm di 7.500 rpm, dengan mesin 3C1 yang dikenal bandel dan irit.
Alternatif lain dari Yamaha dan Honda
Masih dari Yamaha, Byson FI juga menarik karena unit rapi dengan surat lengkap berada di kisaran Rp7 juta sampai Rp9 jutaan. Motor ini membawa mesin 150 cc SOHC berpendingin udara dengan teknologi injeksi, yang menghasilkan tenaga sekitar 12,9 hingga 13,1 hp pada 8.000 rpm dan torsi 12,98 Nm di 6.000 rpm.
Karakternya tidak segalak Vixion, tetapi putaran bawah dan tengahnya terasa cukup untuk kebutuhan komuter harian. Byson FI juga dikenal awet dan punya tangki bensin besar, walau suspensi depannya cenderung keras dan desain lampu bulatnya terasa terlalu retro bagi sebagian orang.
Honda CB150R StreetFire generasi pertama keluaran 2012-2014 juga masih banyak diburu dengan harga sekitar Rp10 jutaan. Rival utama Vixion pada masanya ini memakai mesin 150 cc DOHC 4-katup berpendingin cairan dengan tenaga 16,8 hp atau sekitar 17 PS di 10.000 rpm dan torsi 13,1 Nm di 8.000 rpm.
Mesinnya terasa lebih hidup di putaran atas, meski akselerasi awal disebut agak lemot. Nilai jual CB150R ada pada performa, suku cadang mesin yang mudah dicari, serta komunitas yang masih besar.
Bagi yang ingin rasa sport fairing
Yamaha R15 generasi awal juga masih punya tempat bagi pembeli yang mengincar motor sport fairing. Untuk unit yang sehat dan belum banyak diubah, dana yang perlu disiapkan mulai Rp13 jutaan.
R15 lawas mengusung mesin 150 cc SOHC 4-katup berpendingin cairan dengan tenaga 16,36 dk di 8.500 rpm dan torsi 14,5 Nm di 7.500 rpm. Sasis deltabox dan suspensi monosok belakang membuat handling-nya masih di atas rata-rata motor sport sekelasnya.
Komprominya ada pada posisi berkendara yang cukup ekstrem untuk harian. Selain itu, fairing yang pecah bisa jadi masalah karena komponen bodi mulai tidak semudah dulu ditemukan.
Pilihan fairing lain datang dari Honda CBR150R injeksi generasi kedua keluaran 2010-2013. Harga bekasnya kini banyak beredar di kisaran Rp14 juta sampai Rp17 jutaan, dengan mesin 150 cc DOHC berinjeksi PGM-FI yang menghasilkan tenaga sekitar 17,8 dk dan torsi 12,6 Nm.
Motor ini punya rangka twin spar yang rigid sehingga stabil saat diajak menikung. Namun, posisi riding yang menunduk perlu jadi perhatian, dan panel fairing juga perlu diperiksa karena usia membuat materialnya lebih mudah getas.
Skutik besar juga masuk hitungan
Bagi yang tidak ingin bermain kopling, Yamaha NMAX generasi pertama keluaran 2015-2016 ikut masuk daftar dengan harga mulai Rp14 jutaan. Motor ini sering dianggap sebagai alternatif “Vixion matik” karena menawarkan performa kuat dalam format skutik besar.
NMAX generasi awal dibekali mesin 155 cc SOHC berpendingin cairan dengan teknologi VVA. Tenaganya mencapai 14,8 PS di 8.000 rpm dan torsinya 14,4 Nm di 6.000 rpm, yang cukup untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jarak lebih jauh.
Kenyamanan berkendara dan konsumsi bensin yang irit menjadi daya tarik utamanya. Meski begitu, unit yang harganya terlalu rendah patut dicurigai karena bisa berkaitan dengan cacat bodi, surat tidak lengkap, atau mesin yang butuh perbaikan.
Di semua model tersebut, pengecekan fisik dan dokumen tetap menjadi langkah wajib sebelum transaksi. Rangka, mesin, kelistrikan, dan surat-surat perlu diperiksa teliti karena usia kendaraan sudah cukup tua dan risiko bekas tabrakan atau perawatan buruk masih bisa ditemukan.
