Pemeriksaan MRI kini tidak lagi hanya soal mendapatkan gambar, tetapi juga soal seberapa cepat dan seberapa nyaman pasien menjalaninya. Di Bethsaida Hospital Gading Serpong, pendekatan berbasis AI dipakai untuk menghadirkan pencitraan yang lebih tajam, dengan waktu pemeriksaan yang lebih efisien.
Perubahan ini penting karena MRI kerap menjadi dasar dokter dalam menentukan langkah penanganan berikutnya. Saat hasil gambar lebih jelas dan prosesnya lebih singkat, tim medis punya ruang yang lebih besar untuk membaca kondisi pasien secara presisi.
AI mempercepat proses tanpa mengorbankan ketajaman
Dokter Spesialis Radiologi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Thio Ananda Steven, Sp.Rad., menjelaskan bahwa MRI berbasis AI mampu menghasilkan detail gambar yang lebih baik dalam waktu yang lebih efisien. Ia juga menegaskan bahwa peningkatan tersebut tetap menjaga kenyamanan pasien selama pemeriksaan.
Pada organ yang bergerak cepat seperti jantung, kecepatan akuisisi gambar menjadi sangat penting. Dengan sistem yang lebih canggih, pencitraan bisa dilakukan lebih cepat tanpa mengurangi ketajaman hasil.
Menurut dr. Thio, hasil MRI yang lebih presisi membantu evaluasi medis dan mendukung dokter klinisi dalam menentukan langkah penanganan yang tepat. Kualitas gambar yang baik memang sering berpengaruh langsung terhadap arah diagnosis dan terapi.
Teknologi 3 Tesla untuk kasus kompleks
Bethsaida Hospital Gading Serpong memperkenalkan Sistem Pemindaian MRI 3.0 Tesla SIGNA™ Hero berbasis Artificial Intelligence dari GE HealthCare untuk memperkuat layanan diagnosis. Fasilitas ini diarahkan untuk menangani kasus-kasus kritis secara lebih cepat, tepat, dan akurat.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, menyampaikan bahwa MRI 3 Tesla SIGNA™ Hero digunakan untuk kebutuhan klinis pada kasus kompleks. Pemeriksaannya mencakup gangguan saraf, jantung, ortopedi, dan onkologi.
Sistem tersebut didukung AIR™ Recon DL dan Sonic DL™ berbasis AI. Kedua teknologi itu diklaim mampu menghasilkan kualitas pencitraan yang lebih tajam sekaligus mempercepat proses pemeriksaan.
CEO GE HealthCare Indonesia, Kriswanto Trimoeljo, mengatakan teknologi AI seperti Sonic DL dan AIR Recon DL dapat meningkatkan kualitas gambar secara signifikan. Ia juga menyebut waktu pemeriksaan bisa dipercepat hingga 50%, sementara hasil gambar dapat menjadi hingga 60% lebih tajam dibandingkan teknologi konvensional.
Membantu evaluasi saraf, jantung, dan ortopedi
MRI 3 Tesla digunakan untuk berbagai kebutuhan pencitraan tinggi di banyak bidang medis. Pada bidang saraf, teknologi ini dipakai untuk menilai stroke, tumor otak, epilepsi, gangguan saraf, saraf terjepit, dan kelainan tulang belakang.
Di bidang jantung dan pembuluh darah, MRI 3 Tesla membantu melihat struktur dan fungsi jantung secara lebih jelas. Pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk mengevaluasi gangguan otot jantung, peradangan otot jantung, gangguan katup, bekas serangan jantung, hingga kelainan jantung bawaan tertentu.
Untuk ortopedi, teknologi ini bermanfaat memeriksa sendi, ligamen, tendon, otot, dan tulang rawan. MRI juga membantu menilai cedera olahraga, robekan ligamen lutut, cedera meniskus, serta keluhan seperti nyeri bahu, nyeri lutut, dan nyeri punggung.
Kenyamanan pasien ikut diperhatikan
Selain kecepatan dan ketajaman gambar, desain alat juga menjadi bagian dari pengalaman pasien. MRI 3 Tesla SIGNA™ Hero memiliki bore atau lubang pemindaian berdiameter 70 cm yang lebih luas.
Ukuran ini membuat pemeriksaan terasa lebih nyaman dan dapat membantu mengurangi rasa cemas atau klaustrofobia. Dalam layanan pencitraan medis, kenyamanan seperti ini sering membantu pasien menyelesaikan pemeriksaan dengan lebih tenang.
Visualisasi yang lebih akurat membantu kerja tim medis
Manfaat AI pada MRI tidak berhenti di ruang pemindaian. Visualisasi yang lebih akurat juga mempermudah kolaborasi antar dokter spesialis dalam menyusun rencana terapi yang sesuai untuk pasien.
Direktur Sales, Marketing & Business Development Bethsaida Healthcare, Iwan A. Setiawan, menilai visualisasi yang lebih akurat membantu tim medis menentukan penanganan. Ia juga menyebut layanan seperti ini memberi peluang bagi pasien untuk memperoleh kualitas layanan yang lebih baik tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri.
Dengan dorongan teknologi AI, MRI kini bergerak ke arah diagnosis yang lebih presisi, pemeriksaan yang lebih efisien, dan pengalaman pasien yang lebih nyaman. Pada kasus yang menuntut detail tinggi, kombinasi gambar yang tajam dan waktu pemeriksaan yang lebih singkat menjadi nilai penting bagi layanan kesehatan modern.
Source: lifestyle.bisnis.com






