Musk Ingin Bangun Terafab Raksasa, Chip AI Dan Robotika Tak Lagi Bergantung Pemasok Luar

Author: Redaksi Android62

Langkah besar Elon Musk untuk mengamankan pasokan chip kini mengarah ke proyek yang luar biasa masif. SpaceX dikabarkan sedang menimbang pembangunan pabrik chip di Texas dengan nilai investasi yang dapat mencapai 119 miliar dolar AS atau sekitar Rp2,06 kuadriliun.

Rencana itu menempatkan chip sebagai inti dari banyak ambisi Musk, mulai dari AI, robotika, kendaraan listrik, satelit, hingga teknologi luar angkasa. Di saat permintaan semikonduktor terus melonjak, upaya ini menunjukkan dorongan kuat untuk membuat pasokan chip lebih mandiri.

Fokus ke chip internal

Proyek tersebut muncul dalam dokumen proposal yang diunggah di situs resmi Grimes County, Texas, dan dilaporkan TechCrunch pada Rabu (6/5) waktu setempat. Dokumen itu menyebut pembangunan akan dilakukan dalam beberapa tahap atau multi-fase.

Pada fase awal, SpaceX diperkirakan menyiapkan sekitar 55 miliar dolar AS atau setara Rp953 triliun. Lokasi yang disebut berada di Grimes County, wilayah yang kini ikut dipandang sebagai calon pusat pengembangan industri teknologi masa depan.

Elon Musk sendiri sebelumnya menyebut proyek ini sebagai “Terafab”. Sebutan itu menggambarkan skala ambisi yang besar untuk membangun fasilitas produksi chip yang sangat mandiri dan berkapasitas tinggi.

Ia menilai kebutuhan chip perusahaan-perusahaannya sudah tidak bisa lagi sepenuhnya bergantung pada pemasok luar. Musk bahkan menegaskan bahwa fasilitas sendiri diperlukan agar perusahaan tidak menghadapi krisis pasokan chip di masa depan.

“Kita harus membangun Terafab atau kita tidak akan memiliki chip, dan kita membutuhkan chip tersebut, jadi kita akan membangun Terafab,” tulis Musk dalam pernyataannya.

Bukan hanya untuk SpaceX

Terafab tidak dirancang semata-mata untuk kebutuhan SpaceX. Musk disebut ingin menjadikannya sebagai tulang punggung chip bagi Tesla dan xAI juga.

Chip dari fasilitas itu nantinya diarahkan untuk mendukung Grok milik xAI, server AI, satelit SpaceX, kendaraan listrik Tesla, serta robot otonom generasi baru. Fasilitas yang sama juga dikaitkan dengan rencana mendukung pembangunan pusat data di luar angkasa.

Ide pusat data luar angkasa disebut menjadi salah satu alasan di balik penggabungan xAI dengan SpaceX. Musk tampaknya melihat masa depan AI tidak berhenti di bumi, tetapi juga bergerak ke infrastruktur luar angkasa dengan kebutuhan komputasi yang jauh lebih besar.

Dorongan itu juga sejalan dengan lonjakan permintaan chip AI dalam beberapa tahun terakhir. Chatbot AI, robot humanoid, kendaraan otonom, dan pusat data sama-sama membutuhkan semikonduktor dalam jumlah besar.

Intel masuk dalam rencana

Untuk mewujudkan langkah tersebut, perusahaan-perusahaan milik Musk disebut telah menggandeng Intel sebagai salah satu mitra strategis. Kolaborasi itu diarahkan untuk mengembangkan chip khusus yang mampu menangani kebutuhan komputasi AI dalam skala masif.

Musk bahkan mengklaim bahwa suatu hari Terafab dapat memproduksi chip dengan kapasitas daya hingga 1 terawatt per tahun. Jika target itu tercapai, fasilitas tersebut berpotensi menjadi salah satu pabrik semikonduktor terbesar di dunia.

Skala rencana ini selaras dengan tekanan yang sedang dihadapi industri teknologi global. Persaingan AI semakin ketat karena banyak perusahaan besar berlomba membangun infrastruktur komputasi sendiri, sementara kapasitas produksi chip global belum mampu mengejar permintaan pasar.

Texas belum final

Meski Grimes County sudah muncul dalam dokumen proposal, Musk menegaskan bahwa Texas belum menjadi lokasi final pembangunan pabrik. Dalam unggahan di media sosial pada Selasa lalu, ia menyebut Texas hanya salah satu dari beberapa wilayah yang masih dipertimbangkan.

Artinya, opsi lokasi lain tetap terbuka dan keputusan akhir belum diambil. Namun, spekulasi atas proyek ini terus menguat karena arah pengembangannya sejalan dengan strategi besar Musk untuk mengamankan rantai pasok sekaligus memperkuat ekosistem teknologinya sendiri.

Di sisi lain, entitas gabungan xAI dan SpaceX kini disebut memiliki valuasi 1,25 triliun dolar AS atau sekitar Rp21,6 kuadriliun. Entitas itu juga berpotensi go public pada Juni mendatang.

Source: www.gadgetdiva.id
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru