Nadin Amizah Soroti Video Transpuan Bogor, Penghapusan Konten Bukan Jaminan Aman

Nadin Amizah menegaskan bahwa kekerasan tidak dapat dibenarkan, menyusul beredarnya video yang diduga memperlihatkan tindakan terhadap sejumlah transpuan di Bogor, Jawa Barat. Ia juga mengingatkan bahwa hilangnya unggahan dari media sosial tidak otomatis membuat kelompok queer berada dalam kondisi aman.

Pernyataan itu disampaikan Nadin melalui Instagram Story di akun pribadinya, @cakecaine, pada Jumat, 18 Juli 2026. Penyanyi yang dikenal melalui lagu “Bertaut” tersebut menempatkan keselamatan orang-orang yang menjadi sasaran sebagai persoalan utama.

“Dengan mereka (atau Instagram) menghapus post tersebut bukan berarti keselamatan kelompok queer terjamin,” tulis Nadin. Ia kemudian menambahkan, “Kekerasan tetaplah kekerasan, gak peduli kalian berada di pihak mana.”

Ungkapan tersebut muncul ketika dugaan kekerasan dan ujaran kebencian terhadap kelompok queer atau komunitas LGBTQ+ ramai dibicarakan di media sosial. Perhatian publik mengarah pada sejumlah rekaman aksi sekelompok orang terhadap transpuan di sejumlah titik di Kota Bogor.

Rekaman Memicu Kecaman

Video yang beredar diduga memperlihatkan tindakan kekerasan terhadap para transpuan. Dalam rekaman itu, terlihat dugaan penyiraman cairan yang disebut sebagai air urine, pemukulan, serta penendangan.

Tayangan tersebut memicu kecaman karena menyangkut keamanan kelompok rentan. Perbincangan publik pun tidak hanya berfokus pada video yang tersebar, melainkan juga pada perlindungan hak asasi manusia.

Sebelum isu ini meluas, akun Instagram @bogorbersihlgbt mengunggah konten tentang sekelompok pemuda yang menyebut diri mereka “Pembasmi Boti” atau “Boti Hunter”. Kelompok itu tampak melakukan sweeping terhadap transpuan di wilayah Kota Bogor dalam video yang diunggah.

Istilah sweeping dalam konteks rekaman tersebut menjadi sorotan karena tindakan terhadap warga sipil tidak dapat dilepaskan dari isu keselamatan dan perlindungan kelompok rentan. Dugaan tindakan kekerasan yang terekam juga memperluas perhatian terhadap situasi yang dihadapi transpuan.

Akun Tidak Lagi Dapat Diakses

Setelah video-video itu menyebar luas dan mendapatkan perhatian publik, akun @bogorbersihlgbt diketahui tidak lagi dapat diakses. Perkembangan itu terjadi di tengah ramainya pembahasan mengenai konten yang sebelumnya diunggah akun tersebut.

Namun, Nadin Amizah menilai persoalan tidak selesai hanya karena sebuah unggahan dihapus atau akun menghilang dari platform. Menurutnya, keselamatan kelompok queer tetap perlu menjadi perhatian setelah dugaan kekerasan tersebut muncul ke ruang publik.

Media sosial dalam peristiwa ini berperan sebagai ruang yang merekam sekaligus memperluas informasi mengenai dugaan tindakan terhadap transpuan di Bogor. Di sisi lain, penyebaran rekaman itu juga memunculkan desakan agar keamanan pihak yang terdampak tidak diabaikan.

Kasus tersebut kembali menempatkan kekerasan terhadap LGBTQ+ sebagai isu yang mendapat perhatian luas. Pernyataan Nadin menekankan penolakan terhadap kekerasan terhadap siapa pun, termasuk kelompok queer yang berada dalam situasi rentan.

Fokus pembicaraan kemudian tidak berhenti pada status konten di Instagram. Keselamatan transpuan dan perlindungan dari tindakan kekerasan menjadi konteks penting dalam merespons peristiwa yang ramai dibahas tersebut.

Source: www.medcom.id
Berita Terkait