Kemudi Tesla yang Sempat Berat Kini Dinilai Beres, NHTSA Tutup Penyelidikan

Author: Redaksi Android62

Penyelidikan teknis Amerika Serikat atas hilangnya bantuan power steering pada sekitar 376.241 unit Tesla Model 3 dan Model Y model year 2023 resmi ditutup. NHTSA menilai masalah itu sudah terselesaikan setelah Tesla melakukan recall dan memperbaikinya lewat pembaruan perangkat lunak jarak jauh.

Keputusan tersebut menutup rangkaian evaluasi yang dimulai dari keluhan pemilik soal setir tiba-tiba terasa berat atau kehilangan kendali kemudi. Bagi pengemudi, gangguan seperti ini paling terasa saat manuver dengan kecepatan rendah karena bantuan kemudi berkurang dan risiko kecelakaan ikut meningkat.

Perbaikan diselesaikan lewat pembaruan perangkat lunak

Tesla mengumumkan recall pada awal 2025 untuk sekitar 376.000 kendaraan di Amerika Serikat. Perusahaan menyebut perbaikan diarahkan pada ketidakteraturan voltase dan tekanan mekanis pada komponen papan sirkuit cetak yang mengganggu respons kemudi.

Menurut penilaian Office of Defects Investigation di NHTSA, langkah itu cukup untuk mengatasi temuan regulator. Dengan begitu, analisis teknis yang memeriksa sumber gangguan power steering pada Model 3 dan Model Y tidak dilanjutkan lagi.

Keluhan pemilik memicu pemeriksaan panjang

NHTSA mulai melakukan evaluasi awal pada Juli 2023 setelah menerima laporan dari pemilik kendaraan. Penanganan kemudian ditingkatkan menjadi analisis teknis penuh pada awal 2024 karena regulator melihat isu ini perlu ditelusuri lebih jauh.

Meski begitu, Tesla sebelumnya menyatakan recall itu tidak dilakukan sebagai respons atas penyelidikan federal yang masih berjalan saat itu. Penutupan investigasi sekarang membuat tindakan perbaikan perusahaan dinilai memadai untuk menyelesaikan masalah yang ditemukan.

Pengawasan terhadap Tesla masih sangat ketat

Kasus power steering ini menambah daftar panjang perhatian regulator terhadap Tesla. Pada awal tahun ini, perusahaan juga menarik lebih dari 218.000 kendaraan karena cacat perangkat lunak yang membuat gambar kamera belakang terlambat saat pengemudi mundur.

Dalam tiga kuartal pertama 2025, Tesla disebut telah melakukan recall lebih dari 662.000 kendaraan, termasuk hampir semua Cybertruck. Selain itu, investigasi terpisah NHTSA yang melibatkan sekitar 2,6 juta kendaraan Tesla dan berfokus pada fitur pergerakan jarak jauh juga ditutup bulan lalu.

NHTSA masih memantau teknologi bantuan pengemudi Tesla dengan ketat. Lembaga itu juga membuka investigasi kecelakaan khusus atas sebuah Tesla Model 3 yang menabrak rumah di Katy, Texas, dan menewaskan seorang perempuan di dalam rumah tersebut.

Data NHTSA menunjukkan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir ada 46 investigasi kecelakaan khusus yang melibatkan Tesla dengan sistem self-driving atau bantuan pengemudi. Lebih dari selusin di antaranya tercatat berujung pada korban jiwa, sehingga sorotan keselamatan terhadap teknologi ini tetap tinggi.

Di pasar, saham Tesla menutup perdagangan Jumat di level $379,71, naik 1,22%. Angka itu muncul di tengah rangkaian kabar keselamatan yang terus menyertai perusahaan, meski kasus power steering terbaru kini sudah dinyatakan selesai oleh regulator.

Berita Terbaru