Polestar Terhenti di Amerika Serikat, Aturan Mobil Terkoneksi Baru Mengubah Peta

Author: Redaksi Android62

Polestar dipastikan tidak lagi menjual kendaraan baru di Amerika Serikat mulai tahun model 2027. Keputusan ini muncul setelah Departemen Perdagangan AS tidak memberikan izin pemasaran di bawah aturan baru untuk kendaraan terkoneksi.

Langkah tersebut menegaskan bahwa hambatan Polestar di pasar AS bukan sekadar soal strategi bisnis. Regulasi baru justru menjadi faktor utama yang membatasi impor dan penjualan kendaraan dengan teknologi terkoneksi yang memiliki keterkaitan dengan China atau Rusia.

Penjualan masih berjalan untuk stok yang ada

Meski menghentikan penjualan kendaraan baru, Polestar tidak menghentikan seluruh operasionalnya di Amerika Serikat. Perusahaan masih akan menawarkan unit yang sudah tersedia untuk Polestar 3 dan Polestar 4 selama stok masih ada.

Layanan purna jual juga tetap disiapkan bagi pelanggan yang sudah lebih dulu memiliki kendaraan Polestar. Dengan begitu, pemilik lama masih akan mendapat dukungan servis setelah penjualan model baru dihentikan.

Aturan yang memicu keputusan

Pemerintah AS mengumumkan regulasi tersebut pada 2025 dan menetapkannya mulai berlaku untuk tahun model 2027. Aturan US Connected Vehicles Rule menyasar kendaraan dengan teknologi konektivitas yang terkait dengan China atau Rusia.

Posisi Polestar menjadi sensitif karena merek ini berada di bawah Volvo dan Geely Holding Group. Geely merupakan konglomerasi otomotif asal China yang juga menaungi Geely Auto, sehingga hubungan kepemilikan itu ikut masuk dalam penilaian regulator.

Informasi Utama Keterangan
Pasar terdampak Amerika Serikat
Tahun model berlaku 2027
Kendaraan yang masih dijual Polestar 3 dan Polestar 4 selama stok tersedia
Dukungan setelah penjualan Tetap berjalan untuk pelanggan lama

Dampaknya terhadap bisnis global

Di tengah keputusan itu, Polestar menilai pasar AS bukan lagi penopang utama bisnis globalnya. Perusahaan menyebut 94 persen penjualan ritelnya pada kuartal pertama 2026 berasal dari pasar di luar Amerika Serikat.

Angka tersebut menunjukkan basis penjualan Polestar jauh lebih kuat di luar AS. Dengan sebaran pasar yang lebih luas, perusahaan masih memiliki ruang untuk menjaga kinerja melalui wilayah internasional.

Volvo mendapat izin, Polestar belum

Situasi Polestar juga menarik karena tidak semua merek dalam lingkup korporasi yang sama menghadapi hasil serupa. Volvo telah memperoleh otorisasi untuk mengimpor dan menjual kendaraan di pasar AS pada akhir Mei lalu.

Perbedaan itu memperlihatkan bahwa proses perizinan sangat ditentukan oleh penilaian terhadap tiap merek dan produknya. Kedekatan struktur kepemilikan tidak otomatis menghasilkan keputusan yang sama dari regulator.

Reuters juga melaporkan bahwa Ford sedang mengajukan izin serupa untuk SUV Lincoln Nautilus yang diproduksi di China. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan regulasi tidak hanya menekan Polestar, tetapi juga produsen lain yang terkait dengan basis produksi China.

Teknologi yang kini jadi titik rawan

Selama ini Polestar diposisikan sebagai merek yang menonjolkan kendaraan berbasis perangkat lunak atau software-defined vehicle. Didukung Volvo Cars dan Geely, perusahaan juga menekankan pengalaman digital yang terintegrasi serta fitur keselamatan canggih.

Namun, justru karakter kendaraan yang sangat terkoneksi itu kini menjadi titik sensitif di bawah pengawasan baru AS. Persaingan otomotif global tidak lagi ditentukan semata oleh desain, performa, atau fitur, tetapi juga oleh asal teknologi dan struktur hubungan perusahaan.

Untuk konsumen di Amerika Serikat, unit Polestar 3 dan Polestar 4 masih bisa didapatkan selama persediaan masih tersedia. Setelah itu, kehadiran merek ini di pasar tersebut akan bergeser ke layanan bagi pemilik yang sudah ada.

Source: otodriver.com
Berita Terbaru