Indonesia kembali memastikan tempat di lima besar Miss Eco International 2026 lewat Nickyta Aurellia yang finis sebagai third runner-up. Hasil itu membuat Indonesia tetap berada di kelompok teratas ajang yang menyoroti isu lingkungan dan kesetaraan tersebut.
Di malam final yang digelar pada Jumat (22/5/2026), persaingan mengerucut ketat hingga babak lima besar. Selain Indonesia, ada wakil dari Ukraina, Australia, Brasil, dan Meksiko yang ikut mengisi posisi teratas.
Meksiko akhirnya menembus puncak
Mahkota Miss Eco International 2026 jatuh ke tangan Palmira Ruiz dari Meksiko. Kemenangan ini menandai sejarah baru karena Meksiko untuk pertama kalinya meraih gelar utama di ajang tersebut.
Pencapaian Ruiz juga menempatkannya sebagai perempuan Latin kedua yang berhasil menjadi juara Miss Eco International. Sebelumnya, gelar serupa pernah diraih Natalia Carvajal dari Kosta Rika pada 2016.
Pengumuman kemenangan Ruiz disampaikan melalui halaman media sosial Miss Eco International. Momen itu sekaligus menutup perjalanan panjang kompetisi yang diikuti puluhan negara.
Indonesia tetap konsisten di papan atas
Capaian Nickyta Aurellia menjadi sorotan tersendiri karena kembali membawa Indonesia masuk jajaran elite. Posisi third runner-up menegaskan bahwa wakil Indonesia masih mampu bersaing kuat di tingkat akhir.
Bagi para penggemar pageant, hasil ini terasa penting karena Indonesia kembali mengamankan tempat di lima besar. Konsistensi seperti ini membuat nama Indonesia tetap diperhitungkan di Miss Eco International.
Lima besar diisi wakil dari berbagai kawasan
Selain Palmira Ruiz dan Nickyta Aurellia, gelar runner-up pertama diraih Mishel Shotropa dari Ukraina. Posisi 2nd runner-up ditempati Adriana Gravador dari Australia.
Sementara itu, Joana Camargo dari Brasil melengkapi daftar lima besar sebagai 4th runner-up. Susunan ini memperlihatkan bahwa babak akhir berlangsung merata dengan persaingan dari berbagai negara.
Penyelenggaraan tahun ini berlangsung di Mesir
Miss Eco International 2026 merupakan penyelenggaraan ke-11 dan kembali digelar di Mesir sebagai pusat kegiatan. Tahun ini, lebih dari 44 negara ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Sebelum malam puncak, para peserta menjalani masa karantina selama hampir 10 hari. Rangkaian itu menjadi bagian dari proses menuju final yang akhirnya melahirkan sejarah baru bagi Meksiko dan hasil membanggakan bagi Indonesia.
Source: www.idntimes.com