Nilai Berbeda Untuk Jawaban Sama Di LCC Kalbar, Protes Peserta Picu Sorotan Publik

Author: Redaksi Android62

Rekaman babak final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat memantik sorotan tajam setelah publik menilai ada ketidakselarasan dalam penilaian juri. Perdebatan muncul karena satu jawaban dianggap sama secara substansi, tetapi hasil skornya berbeda antara dua kelompok peserta.

Dalam cuplikan yang beredar, pertanyaan yang dibahas menyangkut mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK. Moderator menanyakan proses yang melibatkan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah, lalu jawaban peserta menjadi titik awal protes yang kemudian meluas di media sosial.

Jawaban yang sama, hasil yang berbeda

Grup C menjawab bahwa anggota BPK dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden. Jawaban itu justru diberi nilai minus 5 oleh dewan juri.

Saat pertanyaan serupa diajukan kepada kelompok lain, Grup B menyampaikan jawaban dengan susunan kalimat yang sama. Kali ini, jawaban tersebut langsung mendapat nilai penuh 10 poin.

Perbedaan hasil penilaian itu membuat peserta Grup C memprotes keputusan juri. Mereka menilai jawaban yang diberikan sudah tepat karena substansinya sama dengan jawaban yang kemudian diterima penuh oleh kelompok lain.

Alasan juri justru memicu kritik baru

Dewan juri kemudian menjelaskan bahwa mereka tidak mendengar kata “DPD” dari jawaban Grup C. Dari penjelasan itu, juri menekankan bahwa artikulasi menjadi bagian penting dalam penilaian lomba.

Namun, alasan tersebut justru menambah kritik dari publik. Banyak warganet menilai jawaban peserta terdengar cukup jelas, sehingga dalih soal artikulasi dianggap janggal dan memunculkan dugaan adanya ketidakcermatan dalam penilaian.

Sorotan juga tertuju pada respons moderator ketika menanggapi keberatan peserta. Ucapan bahwa protes itu “mungkin hanya perasaan saja” dinilai sebagian pihak kurang bijak karena dianggap meremehkan keberatan siswa.

Gelombang reaksi di media sosial

Kontroversi itu cepat menyebar di media sosial karena berkaitan dengan ajang pendidikan yang menuntut objektivitas tinggi. Banyak pengguna internet menilai peserta sudah menjawab benar, tetapi justru dirugikan oleh penilaian yang dianggap tidak adil.

Sejumlah komentar menyoroti perlunya rekaman diputar ulang jika juri memang ragu mendengar jawaban peserta. Menurut warganet, langkah itu dapat membantu memastikan penilaian berlangsung lebih objektif dan tidak merugikan kerja keras siswa.

Ada pula yang menilai objektivitas harus menjadi prioritas utama dalam lomba seperti ini. Mereka berpendapat, jika terjadi salah dengar, hal itu seharusnya diakui secara terbuka agar tidak menimbulkan kesan pembenaran atas keputusan yang dipersoalkan.

Hingga kini, video tersebut masih ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Publik berharap panitia dan dewan juri segera memberi klarifikasi agar polemik tidak semakin meluas dan kepercayaan terhadap penilaian dalam ajang pendidikan tetap terjaga.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru