Nissan Di Indonesia Makin Tertekan, Penjualan 2026 Baru 144 Unit Dalam Empat Bulan

Nissan kini berada di posisi yang jauh berbeda dari beberapa tahun lalu. Dalam Januari-April 2026, retail sales merek ini hanya 144 unit, sehingga rata-ratanya turun menjadi kurang dari 50 unit per bulan.

Angka itu menegaskan betapa tajam penyusutan yang terjadi di pasar Indonesia. Enam tahun sebelumnya, Nissan masih mampu membukukan 7.408 unit retail dalam setahun dan masih bisa menjual lebih dari 500 unit per bulan.

Volume yang terus menyusut

Tekanan terhadap Nissan tidak muncul tiba-tiba. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan penurunan sudah berlangsung sejak 2020, baik di sisi wholesales maupun retail sales.

Pada 2020, wholesales Nissan mencapai 10.849 unit dan retail sales 7.408 unit. Setahun kemudian, wholesales turun menjadi 3.177 unit dan retail sales menjadi 6.185 unit.

Penurunan berlanjut pada 2022. Saat itu, wholesales tercatat 2.413 unit dan retail sales menyusut menjadi 3.529 unit.

Kondisi tersebut masih berlanjut pada 2023. Sepanjang Januari-Desember 2023, wholesales Nissan hanya 1.639 unit dan retail sales 1.824 unit.

Dari papan atas ke persaingan bawah

Di masa ketika pasar belum seramai sekarang, Nissan masih sempat berada di kelompok merek yang bersaing ketat di papan bawah 10 besar. Merek ini bahkan pernah berhadapan langsung dengan Wuling saat peta pasar belum berubah secepat sekarang.

Namun situasinya bergeser ketika merek-merek baru, terutama dari China, masuk lebih agresif ke Indonesia. Persaingan menjadi lebih padat, sementara Nissan dinilai tidak cukup agresif dalam menghadirkan produk baru.

Kondisi itu membuat daya saing Nissan melemah di tengah pasar yang justru makin ramai oleh model-model segar. Posisi yang dulu masih terlihat dalam daftar 10 besar kini tertinggal jauh dari para pesaing utama.

Portofolio ada, tapi belum cukup mengangkat penjualan

Meski penjualan terus menurun, Nissan masih memiliki sejumlah model di pasar pada 2025. Daftar produknya mencakup Livina, Serena e-Power, Kicks e-Power, Leaf, X-Trail e-Power, Terra, dan Magnite.

Keberadaan lini tersebut belum berhasil membalik arah penjualan. Pada 2024, wholesales Nissan masih turun menjadi 1.377 unit dan retail sales berada di 1.427 unit.

Tekanan semakin terasa pada 2025. Dalam setahun penuh, wholesales Nissan hanya 1.041 unit dan retail sales tinggal 941 unit, atau tidak sampai 1.000 unit.

Pandangan soal langkah merek di Indonesia

Board of Director Indomobil Group, Andrew Nasuri, juga sempat menyinggung soal strategi Nissan di Indonesia. Ia menilai langkah prinsipal tidak cocok untuk diterapkan di pasar lokal.

Meski begitu, Andrew menilai Nissan masih punya peluang untuk bangkit karena produk dan rekayasanya dianggap bagus. Karena itu, ia menekankan perlunya langkah comeback agar merek ini bisa kembali bersaing di pasar domestik.

Pergerakan angka penjualan selama beberapa tahun terakhir menunjukkan tantangan Nissan tidak hanya soal pasar yang berubah. Di saat pesaing menambah pilihan model dan memperkuat posisi, Nissan justru terus kehilangan volume hingga kini tersisa puluhan unit per bulan.

Source: oto.detik.com

Berita Terkait