Nama Primera kembali muncul di panggung Nissan, kali ini bukan sebagai sedan lawas, melainkan sedan listrik yang dibawa dari basis produk China untuk pasar Asia Tenggara. Langkah ini langsung menarik perhatian karena Nissan tidak sekadar menghadirkan model elektrifikasi baru, tetapi juga menghidupkan kembali nama yang pernah lama melekat di lini sedan mereka.
Debut Primera EV dilakukan di 10th Philippine International Motor Show (PIMS), saat Nissan menampilkan sejumlah kendaraan elektrifikasi untuk kawasan tersebut. Di antara mobil yang dipamerkan, Primera EV menjadi sorotan karena menggabungkan identitas lama dengan arah pengembangan yang sepenuhnya baru.
Strategi baru dari basis produk China
Kehadiran Primera EV menjadi bagian dari strategi ekspor “From China” yang baru dijalankan Nissan. Guillaume Cartier, Chief Performance Officer Nissan, menyebut perkenalan itu sebagai penanda awal strategi tersebut dan membuka jalan agar kendaraan-kendaraan dari basis China bisa menjangkau pelanggan di luar Tiongkok untuk pertama kalinya.
Pendekatan ini menunjukkan cara baru Nissan dalam memanfaatkan produk yang lahir dari pasar China untuk kebutuhan regional. Di Asia Tenggara, Primera EV menjadi salah satu model awal yang memperlihatkan strategi itu secara terbuka di hadapan publik.
Sedan listrik all-new dengan arah lebih premium
Nissan belum mengumumkan spesifikasi teknis lengkap Primera EV. Namun, pabrikan sudah menggambarkannya sebagai sedan listrik all-new dengan desain yang clean dan aerodinamis.
Arah pengembangannya tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga kenyamanan premium dan teknologi kabin yang lebih canggih. Interior yang lebih mewah serta peningkatan fitur konektivitas ikut disebut sebagai bagian penting dari karakter model ini.
Dengan pendekatan tersebut, Primera EV diposisikan bukan hanya sebagai mobil listrik untuk mobilitas harian. Sedan ini juga diarahkan untuk memberi pengalaman berkendara yang lebih berkelas bagi pasar regional yang menaruh perhatian besar pada kenyamanan dan teknologi.
Petunjuk kuat dari basis N7
Meski detail resminya belum dibuka, N7 memberi gambaran kuat tentang ukuran Primera EV. Dari model dasar itu diketahui panjang mobil mencapai 4.930 mm, lebar 1.895 mm, dan tinggi 1.484–1.487 mm, dengan wheelbase 2.915 mm.
Dimensi tersebut menempatkan Primera EV sebagai sedan listrik berpostur besar. Ukuran ini juga memberi sinyal bahwa ruang kabin bisa menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan.
Jarak tempuh yang ditargetkan untuk penggunaan harian
Jika spesifikasi N7 tetap dipakai, Primera EV akan menggunakan baterai LFP 73 kWh. Motor listrik depannya disebut memiliki output 200 kW.
Kombinasi itu diklaim mampu menghasilkan jarak tempuh 625–635 km menurut siklus CLTC. Angka ini membuat Primera EV terlihat serius untuk kebutuhan mobilitas harian jarak jauh, bukan sekadar hadir sebagai produk citra.
Nama lama yang kembali dibangkitkan
Primera sendiri bukan nama baru dalam sejarah Nissan. Lencana ini pernah digunakan pada periode 1990 hingga 2008, dan APM Nissan juga sempat membawanya untuk dipamerkan di Indonesia pada awal dekade 2000-an.
Kembalinya nama itu dalam format EV memberi nuansa nostalgia bagi penggemar lama Nissan. Di saat yang sama, langkah ini memperlihatkan bagaimana Nissan menghidupkan kembali identitas lama dengan isi yang disesuaikan penuh dengan era elektrifikasi.
Source: www.bincangbincangmobil.com