Nissan Pangkas Waktu Garap Mobil Baru Jadi 26 Bulan, Skyline Jadi Uji Coba Besarnya

Author: Redaksi Android62

Nissan memangkas waktu pengembangan calon mobil baru dari 55 bulan menjadi 26 bulan. Langkah ini menandai perubahan besar dalam cara kerja pabrikan Jepang tersebut untuk mengejar ritme industri otomotif yang bergerak semakin cepat.

Pemangkasan waktu itu membuat proses dari perencanaan hingga siap masuk produksi massal bisa selesai dalam sekitar dua tahun lebih. Bagi Nissan, kecepatan ini menjadi kunci agar inovasi produk tidak tertinggal dari para pesaing, terutama di pasar yang berubah sangat cepat.

Skyline jadi pembuktian awal

Perubahan sistem pengembangan tersebut sudah divalidasi melalui Skyline generasi terbaru. Ivan Espinosa, Presiden Nissan, menyebut model itu sebagai pembuktian awal dari sistem baru yang kini dipakai perusahaan.

Skyline generasi terbaru dijadwalkan mulai diniagakan kepada konsumen pada musim dingin 2026. Nissan menargetkan 90 persen proyek kendaraan barunya sudah menggunakan sistem tersebut pada tahun fiskal 2026.

Target itu menunjukkan bahwa Nissan tidak hanya mengubah satu proyek, melainkan sedang membangun pola kerja baru untuk hampir seluruh lini pengembangan kendaraan. Perusahaan ingin proses riset, keputusan, dan produksi menjadi lebih ringkas dan lebih responsif terhadap perubahan pasar.

Belajar dari cara kerja pabrikan Cina

Arah baru Nissan ini juga dipengaruhi pengalaman mereka di Tiongkok melalui kerja sama dengan Dongfeng Motor. Dari sana, Nissan melihat pendekatan pengembangan kendaraan yang lebih cepat dan fleksibel, seperti yang banyak dipraktikkan merek otomotif Cina.

Pola tersebut kemudian diadopsi untuk memperpendek jarak dari ide ke produk jadi. Nissan menilai cara kerja itu lebih efisien untuk menghadapi tekanan kompetisi global yang menuntut peluncuran produk lebih cepat.

Contoh lain yang menjadi acuan adalah Nissan N7, mobil listrik yang meluncur pada 2025. Model itu dikembangkan hanya dalam waktu dua tahun dan kemudian diposisikan sebagai proyek percontohan untuk transformasi proses pengembangan Nissan secara global.

AI dipakai di hampir semua tahap

Untuk menekan waktu pengembangan, Nissan mengandalkan kecerdasan buatan atau AI di hampir semua tahap kerja. Teknologi itu dipakai mulai dari desain, pengujian, pengambilan keputusan, hingga rantai pasok.

Penggunaan AI diharapkan membuat transisi dari riset menuju produksi massal berjalan lebih lancar. Dengan alur yang lebih terhubung, Nissan berupaya memangkas hambatan yang biasanya memperlambat peluncuran mobil baru.

Perubahan ini juga muncul di tengah tekanan bisnis Nissan di Tiongkok. Pada Mei 2026, penjualan Nissan di Negeri Tirai Bambu tercatat 30.025 unit, turun 41,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kondisi tersebut ikut mendorong Nissan mengatur ulang strategi agar produk baru bisa hadir lebih cepat dan lebih siap bersaing di pasar utama. Di tengah persaingan yang makin ketat, efisiensi pengembangan kini menjadi salah satu senjata terpenting Nissan.

Source: otomotif.katadata.co.id
Berita Terbaru