Nissan India menempatkan Tekton sebagai langkah penting untuk kembali merebut perhatian di segmen midsize SUV yang sangat padat pemain. Model baru ini dijadwalkan debut global pada 9 Juli, setelah jadwal awal yang sempat bergeser dari rencana peluncuran pada Februari.
Posisi Tekton menjadi semakin krusial karena Nissan Kicks sudah dihentikan pada 2023. Kehadiran SUV ini diharapkan mengisi ruang kosong di lini produk Nissan sekaligus memperkuat kembali pijakan merek tersebut di kelas yang persaingannya dikenal ketat.
Arah desain yang dibuat berbeda
Nissan tidak ingin Tekton sekadar dipandang sebagai model kembar platform. SUV ini memang berbagi platform CMF-B dengan Renault Duster generasi terbaru, tetapi Nissan memberi identitas visual yang lebih tegas agar karakternya terlihat terpisah.
Pendekatan itu terlihat jelas dari teaser terbaru yang menampilkan hubungan desain Tekton dengan Patrol, model flagship Nissan. Dari sinilah muncul julukan “Baby Patrol” yang langsung menonjolkan arah visual SUV tersebut.
Salah satu detail paling mudah dikenali ada di buritan. Tekton memakai lampu belakang dengan siluet huruf C, sebuah elemen yang mengingatkan pada gaya khas Patrol.
Detail eksterior yang dibuat lebih gagah
Di bagian depan, Tekton memakai lampu LED menyambung untuk memberi kesan modern. Nama “TEKTON” juga ditampilkan besar dan tegas di kap mesin serta pintu bagasi.
Teaser itu turut memperlihatkan aksen garis merah horizontal pada area gril depan. Sentuhan tersebut memberi nuansa lebih sporty pada tampilan keseluruhan SUV.
Bagian samping juga menunjukkan keputusan desain yang tidak mengikuti pola SUV biasa. Gagang pintu baris pertama memakai model tarik, sedangkan gagang pintu baris kedua disamarkan di pilar-C agar tampilan samping tetap rapi.
Tekton juga terlihat menggunakan velg alloy multi-spoke berdiameter besar. Kombinasi ini membuat proporsinya tampak lebih gagah dan selaras dengan citra SUV tangguh yang ingin dibangun Nissan.
Bukan sekadar rebadge
Langkah Nissan memberi identitas “baby patrol” membuat Tekton terlihat berbeda dari Renault Duster. Pendekatan ini juga menegaskan bahwa Nissan tidak ingin mengulang strategi rebadge sederhana seperti yang pernah terjadi pada Terrano berbasis Duster generasi sebelumnya.
Dengan strategi tersebut, Tekton diposisikan sebagai model yang punya pembeda visual lebih kuat. Di tengah persaingan SUV menengah yang makin sengit, identitas desain menjadi modal penting untuk menarik perhatian calon pembeli.
Debut global pada 9 Juli akan menjadi momen awal untuk melihat seperti apa peran Tekton di jajaran produk Nissan. Untuk saat ini, teaser yang sudah dirilis setidaknya memperlihatkan bahwa Nissan ingin tampil lebih berani saat kembali ke segmen ini.
