Bagi UMKM dan komunitas, peluang menggelar nonton bareng Piala Dunia 2026 kini terbuka tanpa biaya lisensi, selama acaranya benar-benar nonkomersial dan tidak memakai sponsor. Begitu sponsor masuk, status kegiatannya berubah menjadi komersial dan aturan berbeda langsung berlaku.
TVRI menempatkan skema itu dalam program Bola Gembira. Lewat program tersebut, lembaga penyiaran publik itu ingin membuat euforia turnamen sepak bola terbesar di dunia terasa lebih dekat bagi masyarakat luas.
Kebijakan ini menjadi perhatian karena akses nobar untuk ajang sebesar Piala Dunia 2026 tidak selalu mudah dijangkau pelaku usaha kecil. TVRI memilih memberi kelonggaran khusus agar tontonan sepak bola bisa hadir di daerah-daerah yang selama ini sulit menikmati pertandingan besar secara langsung bersama penonton lain.
Direktur Bisnis TVRI, Retno Wulan Purbodjati, menegaskan bahwa keberadaan sponsor menjadi batas utama dalam skema lisensi ini. Ia menjelaskan bahwa nobar untuk UMKM tetap gratis selama tidak ada sponsor, sedangkan kegiatan yang memakai sponsor akan masuk kategori komersial.
Untuk memperoleh izin, peminat wajib mendaftarkan kegiatan melalui platform digital yang sudah disediakan. Lisensi untuk nobar komersial maupun nonkomersial dapat diperoleh lewat website Bola Gembira.
TVRI juga menyiapkan skema biaya bagi penyelenggara yang menggelar nobar secara komersial. Untuk kategori satu dengan kapasitas penonton 1-20 orang, tarif lisensinya Rp10 juta dan mencakup 104 pertandingan selama turnamen berlangsung.
Pembedaan antara gratis dan berbayar menjadi inti dari kebijakan ini. Di satu sisi, UMKM dan komunitas mendapatkan ruang untuk menayangkan pertandingan tanpa beban lisensi selama acara tidak dijalankan sebagai aktivitas bisnis.
Di sisi lain, aturan yang lebih tegas memberi kepastian bagi kegiatan yang berskala lebih besar. Dengan begitu, TVRI berupaya menjaga akses publik tetap luas sambil tetap mempertahankan ketentuan untuk acara yang bersifat komersial.







