Nutri-Level Mulai Diterapkan, Mampukah Menekan Lonjakan Diabetes di Indonesia?

Author: Redaksi Android62

Penerapan label gizi Nutri-level mulai hadir di kemasan makanan dan minuman di Indonesia sebagai upaya memudahkan masyarakat membaca kualitas produk sebelum membeli. Kebijakan ini muncul di saat jumlah penyandang diabetes di tanah air terus tinggi dan menjadi perhatian serius dalam kesehatan publik.

Data International Diabetes Federation dalam Diabetes Atlas edisi ke-11 mencatat ada 20,4 juta penyandang diabetes di Indonesia. Dengan prevalensi 11,4 persen pada kelompok usia 20-79 tahun, Indonesia kini masuk lima besar negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia.

Cara kerja label Nutri-level

Label Nutri-level memakai tingkat huruf A sampai D untuk menggambarkan mutu gizi suatu produk. Semakin tinggi kandungan gula, garam, dan lemak, semakin rendah nilai yang diterima produk tersebut.

Produk yang kadar gula, garam, dan lemaknya masih sesuai batas konsumsi harian berpeluang mendapat label A. Sebaliknya, produk dengan kandungan GGL lebih tinggi akan berada di level yang lebih rendah hingga D.

Format ini dibuat agar konsumen tidak perlu membaca informasi gizi secara panjang saat berbelanja. Cukup lewat satu tanda, pembeli bisa mendapat gambaran cepat tentang kualitas produk.

Mengapa kebijakan ini dibutuhkan

Pemerintah melihat konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih ikut memperbesar beban penyakit tidak menular. Diabetes dan hipertensi menjadi dua contoh masalah kesehatan yang pembiayaannya dinilai sangat besar.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut pembiayaan BPJS Kesehatan untuk masalah kesehatan terkait GGL mencapai sekitar Rp50 triliun. Ia juga menyoroti hasil Cek Kesehatan Gratis yang menunjukkan angka diabetes pada anak cukup tinggi.

Temuan itu membuat pencegahan dinilai tidak bisa ditunda. Perubahan pola makan dan aktivitas fisik perlu dimulai lebih awal agar risiko penyakit tidak terus meningkat.

Penerapan masih bertahap

Saat ini, label gizi Nutri-level belum menjadi kewajiban penuh. Pemerintah masih menempatkannya dalam masa transisi agar industri punya waktu menyesuaikan kemasan dan sistem produksinya.

Budi memperkirakan masa transisi itu dapat berlangsung satu hingga dua tahun. BPOM menyampaikan penerapan awal akan dimulai dari produk minuman, lalu diperluas ke kategori lain secara bertahap.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan kebijakan ini berlandaskan Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023. Langkah bertahap dianggap penting karena industri makanan dalam negeri sangat besar dan melibatkan sekitar 1,7 juta pelaku usaha.

Langkah tambahan yang dinilai perlu

Sejumlah pengamat kesehatan menilai label gizi saja belum cukup untuk mengubah perilaku konsumsi. Diperlukan kebijakan lain agar masyarakat benar-benar terdorong memilih produk yang lebih sehat.

  1. Reformulasi produk kemasan agar kadar gula, garam, dan lemak lebih rendah.
  2. Label kadar GGL yang sederhana, mudah dipahami, dan konsisten di semua produk.
  3. Cukai untuk minuman berpemanis atau produk tertentu yang berisiko tinggi.
  4. Edukasi publik yang berkelanjutan tentang pola makan sehat.
  5. Pengawasan lintas sektor agar kebijakan berjalan seragam dan efektif.

Tjandra Yoga Aditama dari Universitas YARSI menilai reformulasi produk, label GGL yang jelas, dan cukai untuk produk berisiko merupakan tiga langkah penting. Sementara itu, Iwan Ariawan dari FKM UI menilai kebijakan harga dapat memengaruhi pilihan konsumen agar lebih selektif.

Ketua Umum IAKMI Hermawan Saputra menilai promosi hidup sehat tetap menjadi kunci utama. Ia menekankan bahwa label gizi akan lebih kuat dampaknya jika didukung kampanye luas dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan.

Dengan besarnya angka diabetes di Indonesia, label Nutri-level menjadi salah satu instrumen yang diharapkan membantu masyarakat memilih produk dengan lebih sadar. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada edukasi publik, kepatuhan industri, serta konsistensi kebijakan pencegahan yang berjalan bersama.

Source: lifestyle.bisnis.com
Berita Terbaru