Nvidia Bantah Gelembung AI, Huang Tegaskan Infrastruktur Masih Diburu Kuat

Author: Redaksi Android62

CEO Nvidia Corp. Jensen Huang menegaskan bahwa permintaan terhadap infrastruktur kecerdasan buatan masih berada di level yang sangat kuat. Ia bahkan menyebut kekhawatiran soal gelembung AI masih terlalu dini, karena pasar justru terus menunjukkan kebutuhan yang besar.

Pernyataan itu disampaikan Huang di Tokyo, Rabu (15/7), di tengah perdebatan yang semakin keras soal apakah investasi dan valuasi di sektor AI sudah melaju terlalu jauh. Bagi Nvidia, arah perkembangan pasar belum menunjukkan tanda perlambatan yang berarti.

Permintaan Infrastruktur AI Belum Mereda

Huang mengatakan, “Kita masih sangat jauh dari gelembung AI.” Ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur AI masih akan menjadi proses panjang dan berkelanjutan.

Mediaindonesia.com mencatat, Huang memperkirakan pengembangan infrastruktur AI setidaknya masih membutuhkan waktu sekitar satu dekade untuk benar-benar matang. Pandangan ini sejalan dengan posisi Nvidia yang melihat kebutuhan pasar belum memasuki fase jenuh.

Isu Pernyataan Nvidia Konteks
Gelembung AI Masih sangat jauh Permintaan infrastruktur AI dinilai sangat kuat
Horizon pengembangan Sekitar satu dekade Infrastruktur AI dianggap belum matang sepenuhnya

Jepang Dinilai Punya Modal Besar di AI Fisik

Dalam kunjungan tersebut, Huang juga menyoroti peluang Jepang untuk memimpin pengembangan AI fisik. Teknologi ini berkaitan dengan kemampuan robot dan perangkat keras lain untuk bekerja secara otonom di dunia nyata.

Ia menilai Jepang punya modal yang kuat karena sejarah panjang dalam manufaktur presisi dan produksi skala besar. Kombinasi dua kemampuan itu, menurut Huang, dapat mempercepat adopsi AI di sektor industri.

Huang juga melihat AI sebagai solusi atas krisis tenaga kerja yang kronis di Jepang. Melalui otomatisasi, AI, dan robotika, tenaga kerja yang ada dapat diperkuat, sementara produktivitas nasional berpotensi meningkat.

Agenda AI Berdaulat Mulai Menguat

Selain peluang industri, Huang menyinggung dorongan Jepang terhadap kedaulatan AI. Pemerintah Jepang ingin memperkuat pengembangan AI domestik demi keamanan nasional dan perlindungan data.

Ia menegaskan bahwa kecerdasan sebuah bangsa harus dipupuk, ditingkatkan, dan dikembangkan secara mandiri di dalam negeri. Huang juga menyebut Nvidia tengah bersiap mengumumkan sejumlah hal penting terkait sovereign AI pada pekan ini.

Posisi Nvidia sebagai pemain utama chip AI membuat setiap komentar Huang mendapat perhatian besar. Di saat yang sama, penegasannya mengenai permintaan yang tetap kuat memberi sinyal bahwa belanja infrastruktur AI belum menunjukkan tanda-tanda menurun.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru