Nvidia Kian Tak Terkejar, Valuasi Rp 80 Kuadriliun Melesat di Tengah Reli Saham Chip

Nvidia kembali menegaskan dominasinya di pasar teknologi setelah kapitalisasi pasarnya menembus 5 triliun dollar AS pada penutupan perdagangan Jumat (25/4/2026). Dengan capaian ini, produsen chip tersebut kian jauh meninggalkan para rival utamanya dan memperkuat statusnya sebagai perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia.

Di sesi yang sama, saham Nvidia sempat menguat 4,2 persen dan menambah lebih dari 200 miliar dollar AS ke nilai pasarnya. Pada titik tertinggi intraday, kapitalisasi perusahaan itu bahkan sempat menyentuh 5,12 triliun dollar AS sebelum akhirnya ditutup di 208 dollar AS per saham.

Kinerja penutupan tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang masa bagi Nvidia. Angka itu juga mendekati rekor intraday 212,19 dollar AS yang pernah dicatat pada akhir Oktober 2025, sehingga memperlihatkan betapa kuatnya minat investor terhadap saham ini.

Jarak Nvidia dengan pesaing terdekatnya juga semakin lebar. Nilai pasar perusahaan itu kini sekitar 1 triliun dollar AS lebih besar dibanding Alphabet yang berada di posisi kedua dalam daftar perusahaan teknologi terbesar.

Saham chip kembali jadi incaran

Kenaikan Nvidia terjadi di tengah reli saham-saham chip yang kembali menarik perhatian investor global. Sentimen pasar ikut terdorong oleh laporan keuangan Intel dan kesepakatan energi nuklir dengan Oklo, yang sama-sama memberi dorongan positif bagi sektor teknologi.

Penguatan ini tidak berdiri sendiri karena sektor semikonduktor memang sedang bergerak naik secara luas. Philadelphia Semiconductor Index atau SOX bahkan mencatat rekor dengan kenaikan beruntun selama 18 hari, yang menunjukkan arus beli yang konsisten di saham-saham chip.

Broadcom, TSMC, Micron Technology, dan AMD juga ikut menikmati sentimen positif tersebut. Pergerakan serentak ini menandakan bahwa optimisme pasar tidak hanya tertuju pada satu emiten, tetapi menyebar ke rantai industri semikonduktor secara lebih luas.

Perjalanan saham yang sempat berbalik arah

Meski kini berada di level tertinggi, perjalanan saham Nvidia sepanjang tahun ini tidak selalu mulus. Pada kuartal pertama 2026, saham perusahaan sempat turun 6,4 persen, mencerminkan bahwa pasar masih sensitif terhadap volatilitas di tengah ekspektasi besar terhadap kecerdasan buatan.

Namun, situasinya berubah tajam ketika memasuki April 2026. Dalam satu bulan terakhir, saham Nvidia justru melonjak sekitar 20 persen, menandakan kembalinya minat investor setelah periode pergerakan yang sempat tidak menentu.

Perubahan arah ini menunjukkan bahwa pasar masih menempatkan Nvidia sebagai salah satu saham utama yang paling diperhatikan. Setiap penguatan harga sahamnya kini langsung berdampak besar pada valuasi perusahaan dan posisi kompetitifnya di sektor teknologi.

Simbol utama ledakan minat pada kecerdasan buatan

Pencapaian kapitalisasi 5 triliun dollar AS membuat Nvidia makin dipandang sebagai simbol utama dari gelombang minat terhadap kecerdasan buatan. Perusahaan ini tidak lagi dilihat hanya sebagai produsen chip, melainkan sebagai pemain kunci yang diuntungkan langsung dari meningkatnya kebutuhan komputasi untuk AI.

Perhatian pasar juga mengarah ke Intel setelah laporan keuangannya mendorong harga saham perusahaan itu melampaui rekor tertinggi era gelembung teknologi. Pergerakan itu memperkuat pandangan bahwa industri perangkat keras global kembali menjadi area yang menarik bagi investor.

Di tengah reli saham chip dan penguatan minat terhadap AI, Nvidia kini berada di pusat perhatian pasar global. Valuasi yang terus menanjak dan jarak yang makin jauh dari para pesaingnya membuat posisi perusahaan tersebut tampak semakin kokoh di puncak industri teknologi.

Berita Terkait