Nyeri Padel Sudah Reda Bukan Berarti Siap Bertanding, Ini Risiko yang Sering Diabaikan

Author: Redaksi Android62

Rasa nyeri yang mereda setelah cedera padel tidak otomatis berarti tubuh aman kembali bertanding. Kekuatan, stabilitas, kontrol gerak, dan kemampuan menghadapi beban pertandingan bisa saja belum pulih sepenuhnya.

Kesalahan menilai kondisi tubuh dapat meningkatkan risiko cedera berulang ketika pemain kembali bergerak cepat di lapangan. Padel menuntut rotasi tubuh, pengereman mendadak, serta perubahan arah yang dilakukan berulang kali dalam satu pertandingan.

Kesiapan Bermain Tidak Hanya Diukur dari Hilangnya Nyeri

Dalam kedokteran olahraga, proses kembali berolahraga perlu dilakukan secara bertahap setelah cedera. Pendekatan ini bertujuan memastikan tubuh mampu merespons tuntutan aktivitas tanpa memaksakan bagian yang belum siap.

Dr. Nahum, Dipl. CIBTAC, Sp.KO, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Seraphim Medical Center, menilai latihan keras saja tidak cukup untuk membangun performa. Evaluasi kondisi fisik, program latihan, strategi pemulihan, dan pemantauan dibutuhkan untuk menekan risiko cedera.

“Dalam olahraga seperti padel, tubuh dituntut bergerak cepat, melakukan rotasi, berhenti mendadak, dan berpindah arah berulang kali. Karena itu, atlet membutuhkan evaluasi kondisi fisik, latihan yang tepat, strategi recovery, serta pemantauan yang sesuai agar dapat menjaga performa sekaligus mengurangi risiko cedera,” ujar dr. Nahum.

Asesmen fisik dapat menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan latihan setiap pemain. Pemeriksaan tersebut mencakup kekuatan, stabilitas, mobilitas, daya tahan, serta kemampuan tubuh menopang aktivitas olahraga.

Komponen yang Dinilai Tujuan Pemeriksaan
Kekuatan dan stabilitas Menilai kemampuan tubuh menahan beban serta menjaga kontrol gerak
Mobilitas dan daya tahan Menilai kesiapan tubuh menjalani pergerakan dan aktivitas berulang

Jalur Penanganan Cedera Berbeda pada Setiap Pemain

Cedera olahraga tidak selalu membutuhkan penanganan yang sama karena tingkat kerusakannya dapat berbeda. Diagnosis yang tepat diperlukan sebelum menentukan apakah pasien cukup menjalani terapi konservatif atau membutuhkan tindakan lain.

Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Subspesialis Cedera Olahraga Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Herryanto Agustriadi Simanjuntak, M.H.Kes., Sp.OT, Subsp. CO, menyebut sebagian cedera dapat ditangani tanpa operasi. Penanganan konservatif dapat meliputi obat-obatan, fisioterapi, dan rehabilitasi.

“Cedera olahraga memiliki tingkat keparahan yang berbeda. Sebagian dapat ditangani secara konservatif melalui obat-obatan, fisioterapi, dan rehabilitasi,” jelas dr. Herryanto.

Pada kondisi tertentu, operasi dapat dibutuhkan untuk memperbaiki struktur yang rusak dan mengembalikan fungsi gerak. Penanganan dapat berlanjut dari fase pencegahan, diagnosis, rehabilitasi, hingga persiapan kembali berolahraga.

Dukungan Medis di FIP Bronze Banten 2026

Pentingnya kesiapan fisik juga menjadi perhatian dalam FIP Bronze Banten 2026, turnamen padel internasional pertama di Banten. Ajang di bawah International Padel Federation itu dijadwalkan berlangsung pada 14–19 Juli 2026.

Institusi Peran Fokus Layanan
Bethsaida Hospital Gading Serpong Mitra medis resmi Cedera olahraga ortopedi dan traumatologi
Seraphim Medical Center Mitra medis resmi Kedokteran olahraga, evaluasi fisik, dan pemulihan

Bethsaida Hospital Gading Serpong dan Seraphim Medical Center mendukung aspek kesehatan serta kesiapan fisik peserta turnamen. Layanan kedokteran olahraga mencakup pencegahan cedera, evaluasi, peningkatan performa, pemulihan, dan pendampingan kembali beraktivitas dengan aman.

Latihan terapeutik, fisioterapi, pijat olahraga, serta latihan di Medical Gym dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemulihan. Metode seperti krioterapi seluruh tubuh dan sauna juga dapat menjadi bagian program pemulihan sesuai kondisi individu.

Pemain rekreasional maupun kompetitif perlu memandang pemulihan sebagai proses untuk mengembalikan fungsi tubuh, bukan sekadar menghilangkan rasa sakit. Kesiapan bermain padel ditentukan oleh cara tubuh dipersiapkan, dijaga, dipulihkan, dan dikembalikan secara aman.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru