Risiko Jantung Bawaan Naik hingga 7 Persen bila Ibu Memiliki Riwayat Serupa

Author: Redaksi Android62

Risiko penyakit jantung bawaan pada anak dapat meningkat hingga sekitar 7 persen apabila ibu memiliki riwayat kelainan jantung bawaan. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan risiko pada seluruh bayi yang lahir, yang berada di kisaran 1 persen.

Riwayat kesehatan orang tua karena itu perlu menjadi perhatian sejak kehamilan dimulai. Penyakit jantung bawaan bukan kondisi yang baru muncul setelah bayi dilahirkan, melainkan kelainan struktur atau anatomi jantung yang dapat terbentuk saat janin berkembang.

Perbedaan Risiko Berdasarkan Riwayat Keluarga

Faktor Risiko Penyakit Jantung Bawaan pada Anak
Seluruh bayi yang lahir Sekitar 1 persen
Salah satu orang tua memiliki riwayat penyakit jantung bawaan Sekitar 5–7 persen
Ibu memiliki penyakit jantung bawaan Dapat mencapai sekitar 7 persen

Dokter jantung anak BraveHeart Brawijaya Hospital, dr Anisa Rahmadhany, SpA, Subsp.Kardio, menjelaskan bahwa riwayat kondisi tersebut pada ayah maupun ibu perlu diperhitungkan. Namun, risiko pada anak dapat lebih tinggi ketika ibu yang memiliki penyakit jantung bawaan.

“Terutama pada ibu yang ada penyakit jantung bawaan, bahkan risiko pada anak bisa naik menjadi 7 persen,” kata dr Anisa dalam tayangan detikSore. Penilaian risiko ini dapat membantu keluarga memberi perhatian lebih awal pada kondisi kehamilan.

Jantung Janin Berkembang pada Fase Awal

Masa pembentukan jantung janin berlangsung pada trimester pertama, yakni periode awal kehamilan yang menentukan perkembangan organ vital. dr Anisa menyebut jantung janin mulai terbentuk ketika usia kehamilan sekitar 10 hingga 12 minggu.

Kondisi tersebut menjelaskan mengapa penyakit jantung bawaan pada dasarnya telah terjadi ketika anak masih berada dalam kandungan. Kelainan itu berkaitan dengan proses pembentukan struktur jantung selama kehamilan berlangsung.

“Kalau bicara penyakit jantung bawaan, maksudnya penyakitnya sudah terjadi sejak seorang anak lahir. Terjadinya saat kehamilan,” ujar dr Anisa. Penjelasan ini menegaskan bahwa perhatian terhadap kesehatan ibu hamil diperlukan sejak fase paling awal.

Menurut dr Anisa, ibu hamil perlu menjaga kesehatan selama trimester pertama. Penggunaan obat-obatan tanpa anjuran dokter pada periode tersebut juga perlu dihindari karena berisiko mengganggu pembentukan jantung janin.

Gangguan pada fase awal kehamilan dapat memengaruhi proses perkembangan organ vital tersebut. Karena itu, perhatian terhadap faktor risiko tidak hanya dilakukan menjelang persalinan atau setelah bayi lahir.

Pemeriksaan Jantung Janin sebelum Persalinan

Sejumlah kasus penyakit jantung bawaan dapat dideteksi sebelum bayi lahir melalui fetal echocardiography atau USG jantung janin. Pemeriksaan ini digunakan untuk menilai kondisi jantung janin saat kehamilan masih berlangsung.

Fetal echocardiography membutuhkan tenaga medis dengan keahlian khusus dan perangkat USG yang memadai. Dokter kandungan subspesialis fetomaternal biasanya diperlukan dalam proses pemeriksaan ini.

Keahlian pemeriksa dan kualitas alat menjadi dua unsur yang saling berkaitan. Dokter yang memiliki kemampuan pemeriksaan tetap menghadapi keterbatasan apabila perangkat USG tidak mendukung penilaian jantung janin secara optimal.

Bagi keluarga dengan riwayat penyakit jantung bawaan, pemeriksaan tersebut dapat memberikan informasi mengenai kondisi janin sebelum persalinan. Informasi itu menjadi bagian penting dalam perhatian terhadap kesehatan kehamilan, khususnya pada trimester pertama.

Berita Terbaru