Pemerintah menargetkan obat generik murah segera lebih mudah dijangkau masyarakat, dengan harapan dapat mulai diberikan dalam satu tahun. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa obat tidak boleh lagi menjadi beban besar bagi warga yang membutuhkan layanan medis.
Prabowo menyampaikan hal itu saat meresmikan RSUD KH. Muhammad Thohir di Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Ia menempatkan ketersediaan obat murah sebagai salah satu fokus agar manfaat layanan kesehatan nasional benar-benar dirasakan lapisan bawah.
Fokus pada obat yang semurah-murahnya
Prabowo mengatakan pemerintah akan mengupayakan obat-obatan yang semurah-murahnya untuk masyarakat. Ia juga berharap obat generik murah sudah bisa mulai diberikan kepada rakyat dalam satu tahun ini.
Langkah tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan publik terhadap layanan kesehatan yang lebih terjangkau. Ketersediaan obat dengan harga ringan dinilai dapat membantu masyarakat memperoleh pengobatan tanpa terbebani biaya yang terlalu besar.
Modernisasi layanan kesehatan berjalan bersamaan
Selain soal obat, pemerintah juga menjalankan modernisasi layanan kesehatan nasional. Program itu mencakup pembangunan dan renovasi rumah sakit, peningkatan fasilitas puskesmas, serta distribusi alat kesehatan modern ke rumah sakit daerah di seluruh Indonesia.
Prabowo menyebut pemerintah telah membangun 22 RSUD pada 2025 dan berencana membangun 22 rumah sakit lainnya pada 2026. Dalam tiga tahun mendatang, pemerintah juga menargetkan pembangunan, renovasi, dan modernisasi 350 rumah sakit di seluruh kabupaten.
Di tingkat layanan dasar, pemerintah berkomitmen memperbaiki dan memodernisasi 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia. Sasaran ini diarahkan untuk memperluas akses kesehatan hingga ke tingkat komunitas.
Tata kelola layanan diminta tetap bersih
Prabowo juga menekankan pentingnya integritas dalam pelayanan kesehatan. Ia mengingatkan agar tidak ada penyelewengan maupun korupsi dalam pelayanan kepada rakyat.
Pesan itu menunjukkan bahwa perbaikan layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas. Pengawasan terhadap anggaran dan program kesehatan menjadi bagian penting agar manfaatnya benar-benar sampai ke masyarakat.
Akses cepat untuk kondisi darurat
Seluruh langkah tersebut, menurut Prabowo, ditujukan agar masyarakat lebih cepat memperoleh layanan kesehatan. Fokus ini penting terutama untuk kasus medis yang memerlukan penanganan segera.
Ia menyinggung kondisi darurat seperti pendarahan saat melahirkan yang bisa berujung fatal bila akses ke rumah sakit terlalu lambat. Karena itu, pemerintah menempatkan penguatan sektor kesehatan sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sasaran akhirnya adalah memastikan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil, mendapat layanan kesehatan yang memadai dan obat yang lebih terjangkau.
Source: www.medcom.id






