TWP90 Akseleran Pernah 63,65%, OJK Tekan Pemulihan Aset demi Dana Lender

Author: Redaksi Android62

Rasio TWP90 Akseleran pernah mencapai 63,65% pada Juli 2025, jauh melampaui ketentuan OJK sebesar 5%. Pada periode yang sama, nilai gagal bayar di platform pinjaman daring tersebut tercatat Rp178,27 miliar.

Besarnya pendanaan bermasalah itu membuat Otoritas Jasa Keuangan menempatkan pengembalian dana pemberi dana sebagai fokus pengawasan. PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia diminta memaksimalkan pemulihan aset secara terbuka agar dana yang tersangkut dapat dikembalikan sebesar mungkin.

Data pendanaan yang menjadi perhatian

OJK mencatat outstanding pendanaan Akseleran sebesar Rp208 miliar pada April 2026. Angka itu lebih rendah dibandingkan posisi pembanding Rp395,67 miliar yang juga tercantum dalam keterangan regulator sebagai posisi April 2026.

Penurunan outstanding dinilai menunjukkan telah ada pengembalian dana kepada lender. Namun, proses penyelesaian pendanaan bermasalah masih menjadi perhatian karena nilai gagal bayar yang sebelumnya tercatat cukup besar.

Keterangan Nilai Periode
Outstanding pendanaan Akseleran Rp208 miliar April 2026
Posisi pembanding yang disebut OJK Rp395,67 miliar April 2026
Gagal bayar Rp178,27 miliar Juli 2025
TWP90 63,65% Juli 2025

Penagihan dan langkah hukum

Penyelesaian kewajiban Akseleran tidak hanya bertumpu pada pemulihan aset. Perusahaan juga melakukan penagihan kepada borrower bermasalah dan dapat menempuh litigasi bila diperlukan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK, Agusman, menyatakan langkah tersebut terus berjalan. Penagihan dan litigasi diarahkan sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban kepada seluruh pihak yang terkait.

“Proses penyelesaian pendanaan bermasalah terus dilakukan oleh Akseleran, baik melalui upaya penagihan maupun langkah litigasi terhadap peminjam dana [borrower] bermasalah,” kata Agusman. Pernyataan itu menegaskan bahwa penyelesaian tagihan terhadap peminjam menjadi salah satu jalur utama pengembalian dana.

Transparansi pemulihan aset

Dalam lembar jawaban RDK OJK Juni 2026, Agusman meminta Akseleran mengerahkan seluruh upaya pemulihan aset secara transparan. Menurutnya, keterbukaan diperlukan agar pengembalian dana kepada lender dapat dilakukan secara maksimal.

Pemulihan aset menjadi penting karena hasilnya dapat mendukung pembayaran kembali atas pendanaan yang bermasalah. Regulator menekankan bahwa efektivitas proses ini harus berjalan seiring dengan penagihan serta penyelesaian melalui jalur hukum.

Pengawasan OJK terhadap Akseleran masih berlangsung di tengah proses tersebut. Fokus pengawasan berada pada penyelesaian kewajiban perusahaan dan hasil nyata dari upaya pengembalian dana kepada pemberi dana.

Sanksi administratif telah dijatuhkan

Sebelumnya, OJK telah memeriksa pengurus dan pemegang saham Akseleran. Dalam siaran pers yang diterima pada 1 Juli 2025, regulator menyatakan telah menjatuhkan sanksi administratif kepada penyelenggara pinjaman daring berizin itu.

Sanksi tersebut menjadi bagian dari penanganan regulator atas persoalan yang dihadapi Akseleran. Ke depan, transparansi pemulihan aset dan perkembangan penagihan akan tetap menentukan seberapa besar dana lender dapat dikembalikan.

Source: finansial.bisnis.com
Berita Terbaru