Olahraga Mewah Jadi Pilihan Gen Z, Dari Pilates Hingga Golf Kian Dikejar

Golf kini mulai masuk radar Gen Z karena menawarkan suasana yang lebih tenang dan memberi ruang refleksi diri saat bermain. Dibandingkan sejumlah olahraga mewah lain, golf juga masih dinilai relatif lebih ramah untuk pemula karena satu sesi bermain umumnya membutuhkan biaya ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Perubahan minat ini memperlihatkan bahwa olahraga bagi Gen Z tidak lagi dipandang semata-mata sebagai aktivitas fisik. Banyak anak muda kini mencari pengalaman yang terasa estetik, punya nilai komunitas, dan cocok dengan citra diri yang ingin mereka bangun.

Pilihan olahraga yang diminati pun makin beragam. Di satu sisi ada aktivitas yang menonjol karena tampilannya yang elegan, sementara di sisi lain ada olahraga yang disukai karena tantangan fisiknya terasa nyata dan memberi kepuasan tersendiri.

Olahraga yang terasa eksklusif dan berbeda

Selain golf, padel ikut ramai dibicarakan di kalangan anak muda. Olahraga raket ini memadukan unsur tenis dan squash, lalu dimainkan di lapangan kaca yang ukurannya lebih kecil.

Daya tarik padel bukan hanya pada permainannya yang santai, tetapi juga pada kesan komunitasnya yang cenderung niche. Situasi itu membuat banyak Gen Z penasaran untuk mencoba, terlebih karena olahraga ini terasa kompetitif tanpa kehilangan sisi serunya.

Namun, biaya bermain padel tidak kecil. Sewa raket dan lapangan bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung tempat dan kebutuhan bermain.

Pilates juga terus menjadi favorit, terutama di kalangan Gen Z perempuan. Aktivitas ini menekankan kekuatan inti tubuh, postur, dan fleksibilitas, sehingga cocok bagi mereka yang ingin tubuh lebih stabil dan seimbang.

Walau gerakannya terlihat lembut, pilates tetap menuntut kontrol tubuh yang baik. Banyak orang menyukai suasana latihannya yang lebih mindful karena olahraga ini juga memberi ruang untuk fokus pada pernapasan dan ketenangan pikiran.

Biaya ikut membuat pilates masuk kategori olahraga “mewah”. Satu sesi bisa dimulai dari Rp150 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung kelas dan fasilitas yang disediakan.

Tantangan fisik juga punya tempat

Bagi Gen Z yang menyukai kompetisi, Hyrox ikut menarik perhatian. Formatnya menggabungkan lari dengan rangkaian functional workout seperti sled push, rowing, dan burpees.

Olahraga ini kerap disebut sebagai versi “race” dari latihan gym karena menguji daya tahan, kekuatan, dan ketahanan mental dalam satu rangkaian. Nuansa kompetitifnya makin terasa karena Hyrox biasanya digelar dalam event besar dengan banyak peserta.

Jika dijalani serius, biaya Hyrox juga tergolong mahal. Referensi menyebutkan olahraga ini bisa menghabiskan dana hingga puluhan juta.

Minat pada olahraga yang menantang juga terlihat pada figure skating. Aktivitas ini memadukan teknik seluncur di atas es dengan koreografi yang estetis, sehingga tampil indah sekaligus menuntut kemampuan fisik yang tinggi.

Di balik visualnya yang menarik, figure skating tetap membutuhkan kekuatan, keseimbangan, dan kontrol tubuh. Hal itu membuat olahraga ini punya daya tarik tersendiri bagi mereka yang mencari kombinasi antara teknik dan tampilan yang menonjol.

Dari berkuda sampai ski, biaya ikut menentukan kesan mewah

Berkuda atau equestrian juga semakin masuk radar Gen Z. Aktivitas ini menuntut interaksi yang kuat antara manusia dan kuda, baik untuk riding santai maupun kompetisi, sehingga dibutuhkan skill dan kepercayaan yang baik.

Untuk pemula, satu sesi berkuda bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Jika sudah masuk level serius dan kompetitif, biayanya dapat melonjak hingga ratusan juta.

Ski turut dilirik karena memberikan pengalaman yang jarang ditemui di Indonesia. Olahraga ini tidak bisa dilakukan di Tanah Air akibat iklim tropis, sehingga identik dengan aktivitas yang spesial.

Di sisi lain, ski menuntut keseimbangan, kontrol tubuh, dan keberanian saat berada di lereng yang cukup curam. Jika hanya ingin mencoba, biaya trip hemat ke negara tujuan tetap bisa mencapai puluhan juta untuk satu sesi.

Rangkaian minat tersebut menunjukkan bahwa Gen Z memilih olahraga dengan pertimbangan yang lebih luas daripada sekadar berkeringat. Mereka melihat suasana kelas, komunitas, estetika, dan pengalaman sosial sebagai bagian penting dari olahraga yang dipilih, bahkan ketika konsekuensinya adalah biaya yang tidak sedikit.

Source: www.beautynesia.id

Berita Terkait