Smart menyiapkan langkah paling berani di China lewat Smart #6 EHD, sebuah sedan liftback yang juga menjadi model pertama merek itu yang hanya ditawarkan sebagai plug-in hybrid sejak awal. Peluncurannya dijadwalkan pada 11 Juni, dengan banderol mulai 189.900 yuan atau sekitar 28.000 dolar AS.
Mobil ini langsung menandai pergeseran besar arah Smart. Selama ini, nama Smart lebih lekat dengan SUV listrik seperti Smart #1, #3, dan #5, sehingga kehadiran #6 EHD di arena sedan PHEV menjadi ujian baru yang jauh lebih menantang.
Langkah baru di luar citra lama Smart
Smart #6 EHD hadir dengan format sedan liftback dan membawa bahasa desain terbaru Smart di bagian depan. Di buritan, mobil ini memakai kaca besar yang menyatu dengan pintu bagasi, dan tersedia pula opsi spoiler belakang aktif.
Perubahan arah produk juga terlihat dari dimensinya. Panjang mobil ini mencapai 4.906 mm, lebar 1.922 mm, tinggi 1.508 mm, dan jarak sumbu roda 2.926 mm.
Ukuran tersebut membuat Smart #6 tampak lebih matang dibanding citra kompak yang selama ini melekat pada merek tersebut. Bobot kosongnya berada di kisaran 1.990–2.099 kg, tergantung varian.
Kabinnya dibuat fokus pada fitur hiburan
Di dalam kabin, Smart memakai sistem infotainment layar ganda seperti pada Smart #5. Perhatian pada sisi hiburan juga diperkuat lewat sistem audio Sennheiser 7.1.4 dengan daya maksimum 2.000 watt.
Paket ini menunjukkan bahwa Smart tidak hanya mengejar efisiensi dan jarak tempuh. Merek tersebut juga mencoba memberi nilai lebih pada pengalaman berkendara harian melalui perangkat hiburan dan tata ruang yang lebih modern.
Mesin 1,5 liter turbo dengan tenaga besar
Di bagian teknis, Smart #6 EHD menggunakan mesin turbo 1,5 liter. Sistem hybrid-nya menggabungkan mesin 1.5T bertenaga 120 kW atau 161 hp, transmisi hybrid khusus 3-percepatan atau DHT, serta motor listrik 200 kW atau 268 hp.
Total output sistem mencapai 320 kW atau 429 hp. Semua varian memakai penggerak roda depan atau FWD.
Smart juga menyiapkan dua pilihan baterai LFP. Opsi pertama berkapasitas 20 kWh dari SVOLT dengan jarak tempuh listrik 135 km berdasarkan standar CLTC, sedangkan opsi kedua memakai baterai 41 kWh dari CATL dengan jarak tempuh listrik hingga 285 km.
Jarak tempuh panjang jadi salah satu andalan
Dengan baterai besar dan tangki bensin penuh, Smart mengklaim #6 mampu menempuh jarak hingga 1.810 km. Data terbaru MIIT China juga mencatat konsumsi bahan bakar 4,75–4,79 liter per 100 km saat baterai kosong.
Performa tetap dipertahankan di tengah fokus pada efisiensi. Smart menyebut akselerasi 0–100 km/jam bisa dicapai dalam 6,7 detik, bahkan ketika baterai berada dalam kondisi rendah.
Detail pengisian cepat resmi untuk #6 belum diumumkan. Sebagai pembanding, pada Smart #5, baterai kecil bisa diisi dari 30 persen ke 80 persen dalam 20 menit, sedangkan baterai besar membutuhkan 15 menit.
Tantangan besar di pasar China
Kehadiran Smart #6 EHD datang di tengah situasi yang tidak mudah bagi merek ini di China. Menurut China EV Datatracker yang dikutip CarNewsChina, penjualan Smart di China hanya 1.703 unit pada April 2026.
Sepanjang 2025, total penjualan Smart tercatat 30.799 unit. Merek ini sempat mencatat 3.716 unit pada Desember 2025, ketika subsidi kendaraan energi baru mulai dikurangi sebagian, tetapi tren umumnya masih melemah.
Smart sendiri punya sejarah panjang sejak lahir pada 1994 lewat kerja sama Daimler-Benz dan Swatch. Pada 2019, struktur bisnisnya berubah menjadi perusahaan patungan 50:50 antara Mercedes-Benz dan Geely.
Dalam konteks itu, Smart #6 EHD menjadi tolok ukur penting bagi arah baru merek ini. Mobil tersebut akan menunjukkan apakah Smart bisa memperluas lini produk sekaligus memperbaiki momentum penjualan di China sebelum melangkah lebih jauh ke pasar global.
Penyetelan sasis melibatkan Mercedes-Benz
Smart belum mengonfirmasi seluruh detail kaki-kaki #6. Namun, sumber yang sama menyebut model ini kemungkinan memakai suspensi depan MacPherson dan suspensi belakang multi-link seperti Smart #5.
Mercedes-Benz juga disebut ikut menyetel suspensi dan sasis mobil ini. Selain itu, Smart #6 akan mendapat FSD atau frequency-selective dampers, teknologi peredam kejut yang menyesuaikan karakter bantingan sesuai kondisi jalan.
Source: voi.id






