OnePlus Ace 6 Ultra menonjol bukan hanya karena membawa spesifikasi kelas atas, tetapi juga karena dukungan untuk Strix Gaming Controller yang dijual terpisah. Aksesori ini membuat ponsel tersebut terasa lebih serius sebagai perangkat gaming, karena permainan tidak harus bergantung sepenuhnya pada layar sentuh.
Di saat yang sama, OnePlus menyiapkan paket hardware yang memang diarahkan untuk performa tinggi. Kombinasi chip Dimensity 9500, sistem pendinginan besar, layar 165Hz, dan baterai jumbo memperlihatkan bahwa perangkat ini diposisikan untuk sesi bermain yang panjang dan intens.
Fokus gaming yang terasa sejak awal
Kehadiran kontroler khusus menjadi pembeda utama Ace 6 Ultra dibanding ponsel lain di kelasnya. Strix Gaming Controller hadir dengan desain tanpa joystick, lalu mengandalkan tombol trigger mekanis dengan waktu respons 1,8 ms.
OnePlus juga menyebut aksesori ini memakai chip e-sports independen. Ada pula dukungan modul pendingin magnetik yang bisa dipasang untuk membantu kenyamanan bermain ketika durasi penggunaan lebih lama.
Chip kelas atas untuk menjaga tenaga
Di bagian dapur pacu, Ace 6 Ultra memakai MediaTek Dimensity 9500 yang dibuat dengan proses 3nm generasi ketiga dari TSMC. OnePlus mengklaim chip ini membawa arsitektur CPU all-big-core, dengan peningkatan performa 32 persen dan konsumsi daya 55 persen lebih rendah dibanding generasi sebelumnya.
Untuk mendukung kestabilan kerja saat dipaksa menjalankan tugas berat, OnePlus menambahkan Wind Chaser Gaming Kernel pada level sistem. Ponsel ini juga dibekali Glacier Cooling System serta vapor chamber seluas 6000mm² agar suhu tetap terjaga ketika dipakai bermain gim dalam waktu lama.
Layar cepat dan respons sentuh tinggi
Bagian depan Ace 6 Ultra menggunakan panel LTPS OLED 6,78 inci dari BOE. Panel ini hadir dengan resolusi 1.5K dan refresh rate 165Hz, dua elemen yang sangat relevan untuk gim kompetitif maupun navigasi yang terasa lebih mulus.
Selain itu, layar ini mendukung instantaneous touch sampling hingga 4000Hz. Kombinasi tersebut memberi respons sentuh yang sangat cepat, sementara tingkat kecerahan puncaknya membantu visibilitas di berbagai kondisi pemakaian.
Baterai besar dan dukungan pengisian cepat
Untuk menopang kebutuhan daya, OnePlus menanamkan baterai dual-cell 8600mAh. Kapasitas ini tergolong sangat besar untuk ponsel performa, terutama karena perangkat juga membawa layar ber-refresh rate tinggi dan diarahkan untuk penggunaan intensif.
Pengisian dayanya mengandalkan kabel 120W. Ace 6 Ultra juga mendukung beberapa standar pengisian cepat, meski rincian lengkap tiap standar tidak dijelaskan lebih jauh dalam materi peluncuran.
Spesifikasi lain yang tetap mendukung performa
Di sisi perangkat lunak, Ace 6 Ultra menjalankan Android 16 dengan ColorOS 16. Ponsel ini juga dibekali RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1 agar akses data dan respons sistem berjalan lebih cepat.
Sektor kamera dibuat lebih fungsional daripada ambisius. Di belakang terdapat kamera utama 50MP dengan optical image stabilization, kamera ultra-wide 8MP, serta kamera depan 16MP.
Desain, pilihan warna, dan harga
Secara tampilan, Ace 6 Ultra memakai bingkai metal dengan sudut besar membulat dan modul kamera datar bergaya kubus. OnePlus menyediakan dua pilihan warna, yaitu Ace Awakening dan Metal Storm.
Perlindungan bodinya juga cukup lengkap melalui rating IP66, IP68, IP69, dan IP69K. Untuk pasar China, OnePlus Ace 6 Ultra ditawarkan dalam beberapa konfigurasi, yakni 12GB + 256GB seharga ¥3499, 16GB + 256GB seharga ¥3799, 12GB + 512GB seharga ¥4099, 16GB + 512GB seharga ¥4399, dan 16GB + 1TB seharga ¥5099.
Strix Gaming Controller dijual terpisah dengan harga sekitar $65. Langkah ini menegaskan arah OnePlus yang tidak hanya menjual ponsel bertenaga, tetapi juga membangun ekosistem gaming yang bisa diperluas lewat aksesori khusus.
Source: www.gizmochina.com






