OpenAI Maju Ke Chip MediaTek Kustom, Ponsel AI Pertamanya Siap Melaju Lebih Cepat

Author: Redaksi Android62

OpenAI dikabarkan menyiapkan ponsel AI pertamanya dengan target produksi massal yang kini bergeser lebih cepat ke paruh pertama 2027. Di balik percepatan itu, keputusan chip menjadi sorotan karena perangkat tersebut disebut akan beralih ke MediaTek, bukan Qualcomm.

Kabar ini membuat proyek ponsel AI OpenAI terlihat jauh lebih serius dibanding perkiraan awal. Ming-Chi Kuo menyebut pengembangannya melaju lebih cepat dari prediksi, sementara target pengapalan untuk produk yang belum pernah dirilis itu dipasang cukup tinggi.

MediaTek masuk sebagai pilihan utama

Menurut Kuo, OpenAI sempat mempertimbangkan Qualcomm sebelum akhirnya mengarah ke MediaTek. Chip yang disebut akan dipakai adalah Dimensity 9600 versi kustom, yang kabarnya akan dibuat oleh TSMC dengan proses N2P.

Chip tersebut juga dijadwalkan diumumkan pada paruh kedua 2026. Arah pengembangannya tidak hanya mengejar tenaga pemrosesan, tetapi lebih menekankan kemampuan AI yang sesuai untuk perangkat baru ini.

Langkah itu sejalan dengan ambisi OpenAI membangun smartphone yang tidak sekadar menjalankan aplikasi biasa. Perangkat ini disebut akan dirancang untuk terus memproses konteks visual dan memahami lingkungan pengguna.

Kamera jadi pusat pengalaman AI

Salah satu bagian yang paling menonjol ada pada image signal processor atau ISP. Komponen ini dikabarkan membawa HDR yang disempurnakan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman visual perangkat.

Pendekatan tersebut menunjukkan kamera tidak ditempatkan hanya sebagai alat foto dan video. Sistem visual justru diarahkan menjadi fondasi interaksi AI yang aktif membaca situasi di sekitar pengguna.

Dengan desain seperti itu, pemrosesan gambar menjadi bagian inti dari pengalaman perangkat. Karena itu, pilihan chip dan arsitektur sistemnya disebut sangat menekankan beban kerja AI.

Spesifikasi lain ikut disiapkan untuk beban AI berat

Ponsel AI pertama OpenAI juga disebut akan memakai konfigurasi dual-NPU. Susunan ini diduga dibuat agar beberapa fungsi AI bisa berjalan lebih efisien secara bersamaan.

Di sisi penyimpanan, perangkat itu dikabarkan mengandalkan RAM LPDDR6 dan internal storage UFS 5.0. Kombinasi tersebut menempatkannya di kelas spesifikasi tinggi untuk mendukung pemrosesan AI yang berat.

Bocoran spesifikasi itu memperlihatkan bahwa OpenAI tidak hanya fokus pada satu komponen utama. Seluruh rancangan perangkat tampaknya diarahkan untuk menjaga kinerja AI tetap stabil di level sistem.

Keamanan turut masuk sejak awal desain

Selain performa, aspek keamanan juga muncul dalam bocoran perangkat ini. Fitur protected Kernel-based Virtual Machine atau pKVM disebut akan menjadi bagian dari ponsel tersebut.

Perangkat ini juga dikabarkan mendukung inline hashing. Keduanya dikenal sebagai mekanisme perlindungan data yang sudah digunakan pada sejumlah perangkat Android.

Keberadaan fitur keamanan itu memberi sinyal bahwa OpenAI ingin memikirkan perlindungan data sejak awal. Ini menjadi penting karena perangkat tersebut disebut akan banyak memproses data visual dan konteks di sekitar pengguna.

Target pengapalan dibuat besar

Jika semua berjalan sesuai rencana, Kuo memperkirakan OpenAI dapat mengapalkan sekitar 30 juta unit sepanjang 2027 dan 2028. Angka itu tergolong ambisius untuk produk perdana dari perusahaan yang belum pernah menjual ponsel.

Proyeksi tersebut juga menunjukkan besarnya keyakinan terhadap pasar perangkat AI yang masih baru. OpenAI tampaknya tidak ingin sekadar masuk ke kategori ini, tetapi langsung mengambil posisi kuat sejak awal.

Hingga kini, belum ada rincian resmi soal nama produk, desain, maupun harga perangkat tersebut. Namun dari bocoran yang beredar, arah pengembangannya sudah mulai terlihat: smartphone dengan fokus kuat pada AI visual, chip MediaTek kustom, keamanan sistem yang diperhatikan, dan jadwal yang bergerak lebih cepat dari perkiraan semula.

Source: inet.detik.com
Berita Terbaru