OPPO disebut tengah menyiapkan ponsel kelas menengah dengan baterai tipikal 10.000 mAh. Jika rumor ini benar, lini A Series berpotensi membawa standar daya tahan baterai ke level yang jauh lebih tinggi.
Informasi yang beredar menyebut kapasitas baterai perangkat tersebut berada di angka 9.700 mAh, dengan kapasitas tipikal mencapai 10.000 mAh. Harga yang diperkirakan berada di kisaran Rp4,5 jutaan membuat ponsel ini masih dikaitkan dengan segmen menengah, bukan kelas flagship.
Spesifikasi yang ikut disebut
Di luar kapasitas baterai yang besar, perangkat ini kabarnya akan memakai chipset 4 nm dan layar LTPS datar beresolusi 1,5K. Dua komponen itu menunjukkan OPPO tidak hanya mengejar daya tahan, tetapi juga tetap memberi perhatian pada efisiensi dan kualitas tampilan.
Ada pula kabar bahwa bodinya menggunakan material high-polymer tahan benturan. Struktur yang disebut sebagai “diamond architecture” juga dikatakan dipakai untuk membantu meningkatkan ketahanan saat perangkat terjatuh.
Perangkat baru ini disebut menjadi kelanjutan dari arah pengembangan A Series yang memang semakin fokus pada baterai besar dan durabilitas. Sebelumnya, OPPO sudah mendorong kapasitas 6.500 mAh hingga 7.000 mAh di sejumlah model terbaru.
Pola baterai besar di A Series makin jelas
OPPO A6c hadir dengan baterai 7.000 mAh, penyimpanan UFS 2.2, dan layar 120Hz. OPPO A6 juga membawa baterai 7.000 mAh, pengisian 45W SUPERVOOC, layar 120Hz, Snapdragon 685, serta rating IP69.
Selain itu, OPPO A6x memakai baterai 6.500 mAh, layar 120Hz, Snapdragon 685, dan IP64. OPPO A6s menawarkan baterai 7.000 mAh, 85W SUPERVOOC, fitur fotografi dalam air dengan IP69, serta klaim performa anti lag hingga lima tahun.
Pada varian yang lebih tinggi, OPPO A6 Pro 5G dan OPPO A6 Pro sama-sama dibekali baterai 7.000 mAh dan pengisian cepat 80W SUPERVOOC. Keduanya juga disebut memiliki sertifikasi IP69, IP68, IP66 serta ketahanan benturan kelas militer.
OPPO A6t Pro 5G ikut memperkuat pola tersebut dengan baterai 7.000 mAh, pengisian 80W SUPERVOOC, dan perlindungan IP69, IP68, IP66. Sementara OPPO A6t Pro menggabungkan baterai 7.000 mAh, 45W SUPERVOOC, Snapdragon 685, dan perlindungan air serta debu di level yang sama.
Persaingan kapasitas baterai mulai bergeser
Rumor soal OPPO menyiapkan baterai 10.000 mAh sebenarnya bukan kabar baru. Pada akhir 2025, sudah muncul laporan mengenai baterai single-cell dengan kapasitas hampir 10.000 mAh yang dikaitkan dengan OPPO.
Di pasar yang lebih luas, beberapa merek lain disebut lebih dulu merilis smartphone dengan baterai 10.000 mAh. Realme dan Honor menjadi contoh bahwa perlombaan kapasitas besar kini mulai masuk ke pasar yang lebih umum.
Karena itu, kehadiran OPPO di area ini bisa menjadi sinyal bahwa baterai 10.000 mAh mulai diarahkan ke segmen massal. Posisi perangkat ini di A Series juga memperkuat kesan bahwa kelas menengah sedang disiapkan untuk membawa fitur yang sebelumnya terasa lebih ekstrem.
Efisiensi tetap menentukan hasil akhir
Meski kapasitas baterai terdengar sangat besar, daya tahan pemakaian tetap tidak ditentukan oleh angka mAh semata. Optimalisasi sistem dan efisiensi perangkat keras tetap menjadi faktor penting dalam penggunaan nyata sehari-hari.
Karena itu, chipset 4 nm yang disebut akan dipakai menjadi detail yang patut diperhatikan. Semakin efisien komponen inti perangkat, semakin besar peluang baterai 10.000 mAh memberi dampak nyata pada durasi pemakaian.
Jika produk ini benar masuk ke pasar, OPPO berpotensi memperluas definisi ponsel kelas menengah. Fokusnya tidak lagi hanya pada harga dan spesifikasi dasar, tetapi juga pada baterai ekstra besar, pengisian cepat, layar tajam, dan ketahanan bodi yang lebih serius.
Langkah itu juga akan menempatkan A Series dalam persaingan yang lebih ketat, terutama karena lini ini sudah lebih dulu identik dengan baterai 6.500 mAh sampai 7.000 mAh. Dengan lompatan ke 10.000 mAh, perhatian pasar kemungkinan akan tertuju pada bagaimana OPPO menjaga desain, bobot, dan efisiensi perangkat tetap seimbang.







