Organda Jatim Tahan Tarif Bus AKDP, Biaya Spare Part Dan Oli Sudah Tertekan

Author: Redaksi Android62

Tarif bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Jawa Timur belum naik meski biaya operasional terus menanjak. Organda Jatim memilih menahan tarif sambil menunggu keputusan resmi pemerintah, di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi, sparepart, dan oli.

Ketua DPD Organda Jatim, Firmansyah Mustafa, menegaskan penyesuaian tarif belum dilakukan untuk bus ekonomi maupun non-ekonomi. Sikap itu diambil agar perubahan tarif tidak memicu dampak sosial di lapangan.

Biaya operasional sudah naik lebih dulu

Firmansyah menyebut operator angkutan merasakan tekanan dari naiknya sejumlah komponen biaya. Harga bahan pokok ikut bergerak naik, sementara sparepart dan oli juga mengalami kenaikan yang langsung memengaruhi operasional perusahaan otobus.

Meski begitu, Organda memilih berhitung hati-hati untuk trayek AKDP. Tarif dipertahankan agar pola penggunaan angkutan umum tidak berubah terlalu cepat dan tidak menimbulkan gejolak baru.

AKAP non-ekonomi sudah lebih dulu menyesuaikan

Dalam penjelasannya, Firmansyah mengatakan sejumlah operator bus Antar Kota Antar Provinsi atau AKAP, khususnya kelas non-ekonomi, sudah melakukan penyesuaian tarif. Kondisi itu belum terjadi pada layanan AKDP di Jawa Timur.

Ia menyebut kenaikan tarif AKAP non-ekonomi dipicu tarif pesawat yang lebih dulu naik. Namun untuk AKDP non-ekonomi, tarif masih dipertahankan dan belum ikut disesuaikan.

Kekhawatiran bergeser ke kelas ekonomi

Organda juga melihat adanya risiko jika tarif non-ekonomi AKDP dinaikkan. Salah satu dampaknya adalah kemungkinan penumpang berpindah dari kelas non-ekonomi ke ekonomi.

Perpindahan penumpang itu dinilai bisa menimbulkan ketidakseimbangan layanan. Dari sisi operator, situasi tersebut juga berpotensi memengaruhi operasional perusahaan angkutan secara keseluruhan.

Wacana kendaraan listrik belum cocok untuk jarak jauh

Selain soal tarif, Firmansyah turut menanggapi wacana kendaraan listrik di transportasi umum. Menurut dia, teknologi itu belum optimal untuk diterapkan pada trayek jarak jauh.

Ia menilai kendaraan listrik lebih cocok untuk angkutan dalam kota. Untuk perjalanan antarkota atau jarak jauh, kemampuan baterai dianggap belum memadai.

Pemerintah belum memutuskan penyesuaian tarif

Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono membenarkan bahwa belum ada keputusan mengenai kenaikan tarif angkutan umum di Jawa Timur. Meski demikian, sejumlah perusahaan angkutan telah mengajukan usulan penyesuaian tarif kepada pemerintah.

Dengan kondisi itu, pembahasan tarif masih terbuka. Hingga kini, tarif bus AKDP di Jatim tetap berjalan seperti sebelumnya sambil menunggu arah kebijakan berikutnya.

Source: radarsurabaya.jawapos.com
Berita Terbaru