Langkah Haji Isam menambah kepemilikan di PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk atau PACK langsung menempatkannya sebagai pemegang saham individu yang cukup besar. Ia kini menggenggam 21,12 persen saham emiten pertambangan nikel itu setelah membeli 6,83 miliar lembar saham biasa PACK.
Nilai transaksi tersebut tidak kecil. Dengan harga pelaksanaan Rp137 per saham, investasi yang digelontorkan mencapai Rp936,65 miliar berdasarkan perhitungan Bloombergtechnoz.
Keterbukaan informasi perusahaan menyebut transaksi itu dilakukan untuk tujuan investasi jangka panjang. Artinya, pembelian ini bukan sekadar menambah porsi saham, tetapi juga memperlihatkan posisi Haji Isam sebagai investor strategis di perusahaan tersebut.
Pasar merespons kabar itu dengan cepat. Pada penutupan sesi I perdagangan Rabu, saham PACK menguat 9,86 persen ke level Rp312 per saham.
Penguatan harian tersebut datang di tengah tren positif yang sudah lebih dulu terbentuk. Dalam sebulan terakhir, saham PACK tercatat melonjak 65 persen, sehingga pembelian Haji Isam terjadi saat minat pasar terhadap emiten ini memang sedang tinggi.
Sorotan terhadap PACK juga tidak lepas dari arah bisnis perusahaan yang makin terkonsentrasi di sektor nikel. Sebelumnya, perusahaan telah mengakuisisi 30 persen saham PT Konutara Sejati dan 34,5 persen saham PT Karyatam Konawe Utara dengan nilai Rp2,7 triliun.
Kedua perusahaan itu sama-sama bergerak di bidang pertambangan nikel. Rangkaian aksi korporasi tersebut menunjukkan bahwa ekspansi PACK memang mengarah kuat ke aset berbasis nikel sebelum porsi kepemilikan Haji Isam bertambah.
Meski demikian, kendali terbesar PACK masih berada di tangan Eco Energi Perkasa. Entitas itu memegang 61,71 persen saham atau setara 19,97 miliar lembar.
Di bawahnya ada Providentia Wealth Management dengan porsi 5,41 persen, DBS Bank sebesar 3,91 persen, dan UOB Kay Hian Private sebesar 2,49 persen. Status penerima manfaat akhir perusahaan juga masih berada pada Deng Weiming, pria asal China yang menjabat Chairman CNGR Advanced Materials.
Masuknya Haji Isam menambah lapisan baru dalam peta kepemilikan PACK di tengah ekspansi agresif emiten ini pada bisnis nikel. Pasar kini akan mencermati apakah kepemilikan baru itu akan diikuti langkah lanjutan dalam strategi perusahaan ke depan.
