Di Jawa Tengah, Pancasila diposisikan Ahmad Luthfi sebagai dasar yang tidak berhenti di level simbol. Dalam arah kebijakan yang ia dorong, nilai kebangsaan itu harus hadir sebagai penggerak program kerakyatan yang benar-benar menyentuh masyarakat.
Penegasan tersebut muncul saat Luthfi memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Semarang. Dari momentum itu, ia menempatkan Pancasila sebagai fondasi persatuan sekaligus rujukan bagi pembangunan yang berpihak pada warga.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pemerintah provinsi tidak ingin memisahkan kebijakan publik dari nilai dasar negara. Di Jawa Tengah, Pancasila diarahkan menjadi pengikat agar program yang dijalankan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat yang majemuk.
Pesan yang dibawa Luthfi juga menyoroti pentingnya menjaga kebersamaan di tengah situasi yang terus berubah. Ia memandang nilai kebangsaan perlu terus dirawat sebagai pegangan bersama, terutama ketika konflik sosial dan dinamika geopolitik global ikut memberi tekanan pada kehidupan sosial.
Dalam konteks itu, persatuan tidak dipahami hanya sebagai seruan seremonial. Luthfi memberi sinyal bahwa kebersamaan harus hidup dalam arah kebijakan, karena keberagaman di Jawa Tengah membutuhkan dasar yang mampu menyatukan banyak kelompok.
Di titik ini, Pancasila tampil sebagai kompas yang menjaga program pemerintah tetap berada di jalur kepentingan publik. Nilai tersebut tidak hanya dipakai untuk menegaskan identitas kebangsaan, tetapi juga untuk memastikan pembangunan berjalan selaras dengan karakter masyarakat yang beragam.
Momentum Hari Lahir Pancasila dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali pesan bahwa nilai kebangsaan harus berubah menjadi tindakan. Karena itu, Luthfi menempatkan Pancasila sebagai motor bagi program kerakyatan agar arah pembangunan tidak lepas dari kebutuhan warga.
Hubungan antara ideologi negara dan kebijakan daerah dibuat lebih langsung melalui pendekatan tersebut. Persatuan tidak berhenti pada ucapan, melainkan diterjemahkan menjadi langkah pembangunan yang diharapkan bisa dirasakan masyarakat.
Dengan cara itu, Jawa Tengah ingin menjaga keberagaman tetap menjadi kekuatan. Pancasila pun dipakai sebagai landasan untuk memperkuat harmoni sosial sekaligus menjaga orientasi program agar tetap berpihak pada rakyat.
Source: zonapasar.com






