Panjat tebing kembali menunjukkan posisinya sebagai cabang paling stabil bagi Indonesia di panggung internasional. Di Asian Beach Games 2026 yang berlangsung di Sanya, Tiongkok, cabang ini menyumbang seluruh medali Merah Putih, yakni satu emas dan dua perak.
Hasil itu ikut mewarnai penutupan kontingen Indonesia yang finis di peringkat ke-11 klasemen akhir. Di tengah persaingan yang ketat, hanya panjat tebing yang berhasil membawa pulang medali dari total 22 atlet Indonesia yang turun di tiga cabang olahraga.
Kejutan terbesar datang dari nomor women’s relay. Desak Made Rita Kusuma dan Kadek Adi Asih tampil meyakinkan di final saat menundukkan wakil Korea Selatan, Jeong Jimin dan Sung Hanareum, untuk merebut emas.
Performa keduanya bahkan sudah lebih dulu menarik perhatian ketika memecahkan rekor dunia baru pada babak semifinal. Meski begitu, Desak menegaskan bahwa fokus mereka bukan pada catatan rekor, melainkan pada upaya tampil maksimal di lintasan.
“Kami tidak menyangka bisa memecahkan rekor karena hanya fokus tampil maksimal,” ujar Desak dikutip Kemenpora.
Selain emas dari nomor beregu putri, Indonesia juga mendapatkan tambahan dua perak dari Antasyafi Robby Al Hilmi. Ia finis sebagai runner-up di nomor men’s individual, lalu kembali naik podium saat berpasangan dengan Raharjati Nursamsa di nomor men’s relay.
Robby menilai hasil itu tetap memberi dorongan penting untuk langkah berikutnya. Ia juga berharap perkembangan panjat tebing Indonesia bisa terus terjaga hingga mampu menembus Olimpiade Los Angeles 2028.
“Semoga kami bisa terus berkembang hingga menembus Olimpiade,” kata Robby.
Pelatih tim panjat tebing Indonesia, Galar Pandu Asmoro, melihat Asian Beach Games bukan semata ajang mengejar medali. Menurut dia, turnamen ini juga menjadi ukuran kesiapan atlet saat menghadapi kompetisi yang lebih berat.
“Kami tidak memasang target kepada atlet. Hanya saja mereka harus bermain sebaik-baiknya karena Asian Beach Games ini bisa menjadi alat ukur kesiapan kita menghadapi World Climbing Series,” ujar Galar.
Sikap itu sejalan dengan komposisi kontingen Indonesia yang hanya mengirim atlet ke tiga cabang, yakni panjat tebing, basket 3×3, dan voli pantai. Dari seluruh cabang tersebut, hanya panjat tebing yang berhasil menyumbang medali.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengapresiasi perjuangan para atlet panjat tebing. Ia menilai hasil di Sanya memperlihatkan konsistensi Indonesia sebagai salah satu kekuatan dunia di cabang tersebut.
“Prestasi ini berkat doa dan dukungan tanpa henti dari masyarakat kepada para atlet kita. Perjuangan mereka luar biasa,” ujar Erick.
Dari sisi pembinaan, Chef de Mission Indonesia Krisna Bayu menekankan pentingnya hasil tersebut sebagai bahan evaluasi menuju Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang. Ia menyebut setiap pertandingan memberi nilai strategis bagi proses panjang peningkatan kualitas atlet.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang membawa nama Indonesia di Asian Beach Games Sanya 2026. Setiap pertandingan yang dijalani menjadi bagian penting dari proses peningkatan kualitas dan mental bertanding atlet kita,” kata Bayu.
Pada upacara penutupan, atlet panjat tebing Amanda Narda Mutia mendapat tugas membawa bendera Merah Putih. Ia tampil di nomor individual dan relay, dengan capaian menembus 16 besar serta perempat final, yang memperkuat gambaran bahwa fondasi panjat tebing Indonesia masih terjaga untuk agenda besar berikutnya.
Source: www.viva.co.id






