Di kisaran Rp28.000 sampai Rp62.700, ada deretan parfum minimarket yang mulai menarik perhatian karena wanginya disebut menyerupai aroma parfum desainer. Pilihannya mencakup karakter yang dikaitkan dengan YSL, Armani, hingga Lancome, sehingga konsumen punya opsi wangi berkelas tanpa harus keluar dana besar.
Fenomena ini ikut tumbuh karena pembeli kini makin selektif. Mereka tidak lagi hanya mengejar nama merek, tetapi juga mempertimbangkan karakter aroma, daya pakai, dan harga yang tetap masuk akal untuk kebutuhan harian.
Pilihan yang paling sering dibicarakan
Salah satu yang paling ramai dibahas adalah Eversense Golden Luxe. Parfum jenis Extrait de Parfum ini dijual sekitar Rp47.000 dan punya karakter manis sekaligus elegan, dengan aroma yang disebut sangat identik dengan YSL Black Opium.
Karakter wanginya membuat produk ini lebih cocok untuk momen formal atau situasi setelah jam kerja. Kesan yang muncul cenderung rapi dan lebih terstruktur, sehingga sering dilihat sebagai pilihan aman untuk tampilan yang ingin terasa dewasa.
Scarlett Garden of Whisper juga masuk dalam daftar favorit dengan harga Rp57.000. Parfum ini memadukan bubblegum dan tuberose, lalu menghasilkan wangi yang segar sekaligus bertahan lama.
Racikannya disebut sebagai alternatif dari Giorgio Armani My Way. Karena itu, parfum ini banyak dipandang sesuai untuk orang dengan mobilitas tinggi dan aktivitas luar ruang yang padat.
Wangi anggun dengan harga yang tetap ramah kantong
Vitalis Eau de Royale Couture dibanderol Rp62.700, masih berada di bawah batas Rp65 ribu. Parfum ini menggabungkan aroma bunga dengan sentuhan akhir vanila, lalu menghasilkan karakter manis dan lembut.
Nuansa aromanya disebut meniru kesan anggun dari Lancome La Vie Est Belle. Karena tidak terasa terlalu berat, parfum ini dinilai cocok untuk pemakaian harian, termasuk saat rutinitas kantor.
Di kelas harga yang lebih rendah, Morris Rose Vanilla Frosted Edition ditawarkan sekitar Rp39.900. Komposisinya memadukan mawar dan vanila dengan karakter yang lebih berani.
Parfum ini disebut terinspirasi kuat dari Mancera Roses Vanille. Kesan akhirnya cenderung seksi dan menonjol, sehingga lebih sering dikaitkan dengan agenda malam atau momen kencan.
Opsi ekonomis yang tetap punya karakter jelas
Pucelle Eau de Luxe Parfum The Goddess menjadi salah satu pilihan dengan harga Rp34.500. Produk ini membawa karakter segar, ringan, dan dirancang agar tidak terasa menyengat.
Aromanya disebut sebagai alternatif bagi penggemar YSL Libre. Dengan sifat wanginya yang tidak terlalu tajam, parfum ini dianggap serbaguna dan aman dipakai kapan saja.
Eskulin Twilight Amour menawarkan harga paling rendah dalam daftar ini, sekitar Rp28.000. Meski murah, parfum ini menyatukan bunga, buah, musk, dan vanila dalam komposisi yang cukup kompleks.
Produk tersebut disebut sebagai versi terjangkau dari Ariana Grande Cloud. Karakternya dinilai nyaman dihirup dan cocok untuk pencari aroma yang konsisten dipakai sepanjang hari.
Mengapa parfum seperti ini makin dicari
Naiknya minat pada parfum dupe menunjukkan perubahan cara beli konsumen. Banyak orang kini lebih berhitung saat memilih parfum dan mulai menempatkan harga, karakter aroma, serta kebutuhan harian sebagai pertimbangan utama.
Dalam situasi biaya hidup yang terus naik, parfum dengan harga terjangkau memberi jalan tengah yang menarik. Pembeli tetap bisa mendapat kesan wangi berkelas tanpa harus membayar mahal seperti parfum desainer.
Keberadaan produk di minimarket juga menambah daya tariknya. Parfum jadi lebih mudah ditemukan, harganya ramah kantong, dan variasi aromanya semakin mendekati selera pengguna parfum premium.
Rentang harga Rp28.000 hingga Rp62.700 memperlihatkan bahwa pasar wewangian terjangkau terus bergerak cepat. Di tengah tren itu, tampil wangi dengan kesan elegan kini tidak lagi identik dengan anggaran besar.
Source: www.suara.com