Penjualan motor di Indonesia justru menunjukkan penguatan pada Juni 2026. Sebanyak 515.136 unit motor terjual ke konsumen, naik hampir 7,5 persen dibandingkan Mei yang tercatat 479.388 unit.
Kenaikan itu menjadi sinyal penting karena pasar domestik kembali menembus level 500 ribuan unit setelah sebelumnya sempat turun ke kisaran 400 ribuan unit. Posisi ini membuat permintaan roda dua dalam negeri tetap terjaga, meski ekspor motor buatan Indonesia sedang melemah.
Ekspor turun di seluruh jalur pengiriman
Di sisi luar negeri, pengiriman motor dari Indonesia pada Juni mengalami tekanan serentak. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia atau AISI menunjukkan ekspor completely built up (CBU) hanya mencapai 50.067 unit, turun 9,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan juga terjadi pada ekspor completely knock down (CKD) dan komponen kendaraan. Ekspor CKD merosot dari 697.614 unit pada Mei menjadi 644.402 unit pada Juni, sedangkan ekspor komponen tercatat turun 9,9 persen selama bulan lalu.
| Periode | CBU | CKD | Komponen |
|---|---|---|---|
| Januari | 52.924 | 673.703 | 12.643.445 |
| Februari | 57.688 | 636.576 | 14.318.779 |
| Maret | 48.970 | 488.279 | 9.113.331 |
| April | 52.411 | 723.220 | 14.381.642 |
| Mei | 54.759 | 697.614 | 16.577.672 |
| Juni | 50.067 | 644.402 | 14.932.577 |
Secara akumulatif pada semester pertama 2026, ekspor CBU tercatat 316.819 unit. Pada periode yang sama, ekspor CKD mencapai 3.863.794 unit dan ekspor komponen menembus 81.967.446 bagian.
Semester pertama masih menyimpan ruang pertumbuhan
Meski ekspor melemah pada Juni, kinerja penjualan domestik sepanjang semester pertama tetap cukup stabil. Total penjualan motor di Indonesia selama enam bulan pertama 2026 mencapai 3.129.587 unit, atau naik 0,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pola ini memberi ruang bagi target penjualan 6,4 juta unit sepanjang 2026 untuk tetap tercapai. Permintaan roda dua biasanya meningkat tajam pada semester kedua, yakni dari Juli sampai Desember, sehingga pasar dalam negeri masih berpeluang bergerak lebih kuat.
Dengan kondisi tersebut, sektor sepeda motor menghadapi dua arah yang berbeda sekaligus. Pasar ekspor sedang tertekan, tetapi pasar domestik justru menunjukkan daya tahan yang lebih baik di tengah perubahan permintaan.
