2.000 Pohon di Kaltim, Pegadaian Dorong Aksi Hijau yang Tidak Lagi Seremonial

Penanaman 2.000 pohon di Kalimantan Timur menjadi penanda bahwa gerakan lingkungan di daerah itu mulai bergerak lewat kerja bersama, bukan lagi berdiri sendiri. Program yang digelar di Desa Budaya Pampang, Samarinda, itu melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan generasi muda.

PT Pegadaian (Persero) Area Samarinda turut hadir dalam gerakan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG. Perusahaan menilai upaya penghijauan seperti ini perlu terus dijalankan agar memberi dampak jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor di tengah isu lingkungan

Program 2.000 Pohon untuk Kalimantan Timur diinisiasi melalui kerja sama Gerbangtara, Enable Project, World Cleanup Day Kalimantan Timur, pemerintah daerah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat. Keterlibatan banyak pihak itu menunjukkan bahwa isu lingkungan mendapat perhatian luas dan menuntut sinergi yang nyata.

Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, juga hadir untuk memberi dukungan terhadap gerakan pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Kehadirannya mempertegas bahwa penghijauan menjadi agenda yang relevan bagi berbagai pemangku kepentingan.

Pegadaian soroti dampak aksi sederhana

Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Samarinda, Andika Dwi Prastyo, menilai penanaman pohon adalah langkah sederhana yang dapat memberi dampak besar bagi lingkungan pada masa depan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai aksi nyata untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

Andika juga menegaskan bahwa pelestarian lingkungan tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Menurut dia, kolaborasi lintas sektor dibutuhkan agar gerakan hijau memiliki dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

Ia memberi apresiasi kepada anak muda Kalimantan Timur yang dinilai menjadi motor penggerak kegiatan tersebut. Pegadaian berharap semangat generasi muda dapat menjaga keberlanjutan gerakan ini agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

ESG dan komitmen keberlanjutan perusahaan

Keterlibatan Pegadaian dalam program penghijauan itu sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip ESG. Selain menyediakan layanan keuangan yang inklusif, Pegadaian juga menjalankan program sosial, pemberdayaan masyarakat, peningkatan literasi keuangan, serta kegiatan yang mendukung keberlanjutan lingkungan.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan, Rinaldi Lubis, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menyebut Pegadaian juga memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan melalui program yang memberi dampak positif jangka panjang.

Rinaldi menilai persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat. Melalui penanaman pohon, Pegadaian berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa langkah kecil dapat memberi kontribusi besar bagi masa depan bumi yang lebih hijau dan lestari.

Harapan agar gerakan terus berlanjut

Pegadaian berharap Program 2.000 Pohon untuk Kalimantan Timur bisa menjadi pemicu lahirnya lebih banyak aksi serupa di masyarakat. Perusahaan juga ingin gerakan ini membantu membangun kesadaran publik tentang pentingnya menjaga ekosistem secara konsisten.

Andika menyampaikan harapan agar penanaman pohon menjadi budaya yang terus berkembang di tengah masyarakat. Sementara itu, Rinaldi menegaskan Pegadaian akan terus mendukung program yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dan memberi nilai tambah bagi lingkungan serta masyarakat di wilayah kerja Kanwil IV Balikpapan.

Source: www.suara.com

Berita Terkait