Pelajar dan Mahasiswa Dibuka Ruang Berinovasi di Samsung Solve for Tomorrow 2026, Pendaftaran Akhir April sampai Akhir Mei

Samsung Electronics Indonesia membuka kembali kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengikuti Samsung Solve for Tomorrow 2026. Pendaftaran program ini dibuka mulai akhir April hingga akhir Mei 2026 dan ditujukan bagi generasi muda dari berbagai jenjang di seluruh Indonesia.

Program ini bukan sekadar kompetisi ide, melainkan ruang pembelajaran yang mendorong peserta melihat persoalan di sekitar lalu mengubahnya menjadi solusi yang berguna. Melalui platform digital resmi, peserta dapat mendaftarkan gagasan mereka dan mengikuti pembinaan yang dirancang untuk mengasah kreativitas, kemampuan analisis, serta keterampilan yang dibutuhkan di masa depan.

Fokus pada proses, bukan hanya hasil

Samsung menempatkan Solve for Tomorrow sebagai program pengembangan talenta. Peserta tidak hanya diminta mengajukan ide, tetapi juga diarahkan untuk memahami masalah secara lebih mendalam sebelum menyusun jawaban yang tepat.

Pendekatan yang dipakai memadukan Design Thinking dengan penguatan berbasis kecerdasan buatan atau AI Amplification. Dengan alur ini, peserta diharapkan mampu menelusuri akar persoalan terlebih dahulu, lalu merancang solusi yang lebih relevan dan berpotensi memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Tema yang dekat dengan kebutuhan saat ini

Pada edisi 2026, program ini membawa dua tema utama yang dikaitkan dengan tantangan sosial dan lingkungan. Tema pertama menyoroti keberlanjutan lingkungan melalui penerapan ekonomi sirkular untuk mengurangi limbah dan memaksimalkan penggunaan sumber daya alam.

Tema kedua berfokus pada isu sosial dengan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan akses olahraga yang lebih inklusif. Fokusnya mencakup perempuan dan penyandang disabilitas, sehingga inovasi yang dihasilkan diharapkan bisa menjangkau kebutuhan yang lebih luas.

Peserta mendapat pendampingan berjenjang

Selama program berlangsung, peserta akan dibimbing oleh mentor berpengalaman di bidangnya. Tahapan pembinaan mencakup perumusan ide, pengembangan konsep, hingga penyempurnaan solusi akhir.

Pendampingan ini juga memberi bekal yang dinilai berguna untuk dunia kerja maupun kewirausahaan. Selain keterampilan teknis, peserta disebut dapat memperoleh sertifikasi dan kemampuan masa depan yang penting di era digital.

Minat anak muda terus menguat

Antusiasme terhadap Samsung Solve for Tomorrow disebut meningkat dari tahun ke tahun. Pada periode sebelumnya, ribuan pendaftar ikut serta dan membentuk ratusan tim dari berbagai daerah di Indonesia.

Data tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak anak muda tertarik mencari jawaban atas persoalan sosial melalui teknologi. Di saat yang sama, persaingan yang makin luas ikut membuka peluang munculnya ide-ide baru dari berbagai wilayah.

Jejak prestasi dan pengaruh bagi peserta

Program ini juga memiliki rekam jejak yang memperlihatkan bahwa gagasan anak muda Indonesia bisa melangkah lebih jauh. Salah satu contohnya adalah Tim Labmino dari Universitas Indonesia yang terpilih sebagai duta global dalam program tersebut.

Pencapaian itu menjadi penanda bahwa kepedulian sosial yang dipadukan dengan kemampuan teknologi dapat menghasilkan solusi yang diakui lebih luas. Bagi calon peserta, contoh tersebut dapat menjadi dorongan untuk merancang ide yang matang dan relevan dengan kebutuhan nyata.

Manfaat yang dirasakan para alumni

Sejumlah alumni menilai ajang ini membantu mereka memandang masalah dengan cara yang lebih sistematis. Mereka belajar menelusuri akar persoalan sebelum merancang solusi digital, termasuk yang memanfaatkan Machine Learning.

Pengalaman itu juga melatih berpikir kritis, kerja sama tim, dan kemampuan menyampaikan ide secara jelas. Karena itu, program ini dipandang relevan bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan karier di masa depan.

Samsung menyebut dukungan terhadap talenta digital terus dijalankan lewat program pendidikan seperti SFT dan Innovation Campus. Dengan dibukanya Samsung Solve for Tomorrow 2026, pelajar dan mahasiswa Indonesia kembali mendapat ruang untuk menguji ide terbaik mereka dalam proses yang menggabungkan kreativitas, teknologi, dan kepedulian sosial.

Source: www.gadgetdiva.id

Berita Terkait