Pelatihan Juru Sembelih Di Padang Diperkuat, Kurban Idul Adha Ditargetkan Sah Dan Higienis

Author: Redaksi Android62

Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, kebutuhan juru sembelih halal menjadi perhatian serius di Sumatera Barat. Di tengah meningkatnya aktivitas kurban, UPT Halal Universitas Negeri Padang menggelar bimbingan teknis khusus agar proses penyembelihan hewan kurban berjalan sah, sehat, dan halal.

Pelatihan ini dirancang bukan hanya untuk memperkuat kemampuan teknis, tetapi juga untuk menjaga agar penyembelihan tetap memenuhi syariat, higienitas, dan keamanan pangan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya penting dalam menyiapkan pelaksana kurban yang memahami aspek agama sekaligus kesehatan masyarakat.

Materi fiqih hingga praktik langsung

Bimbingan teknis ini berlangsung pada Sabtu–Ahad, 23–24/5/2026, di UPT Halal UNP dan Rumah Potong Hewan Aia Pacah. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan, Umum dan Usaha UNP, Prof. Dr. Ir. Remon Lapisa, S.T., M.T., M.Sc.

Peserta datang dari berbagai kalangan, mulai dari pengurus masjid hingga masyarakat umum yang diperkirakan akan terlibat dalam penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha. Mereka mengikuti pembekalan dasar-dasar fiqih penyembelihan, teknik penyembelihan, serta etika dan higienitas penyembelihan.

Selain materi di kelas, peserta juga mendapat praktik langsung di RPH Aia Pacah. Setelah itu, mereka menerima sertifikat resmi dari UPT Halal UNP sebagai bagian dari pembekalan yang diberikan.

Syariat dan kesehatan berjalan beriringan

Ketua Dewan Masjid Indonesia Sumatera Barat, Prof. Ganefri, Ph.D., menegaskan bahwa penyembelihan hewan kurban tidak cukup hanya sah secara agama. Menurut dia, proses tersebut juga harus menjamin unsur kemanusiaan, kesehatan, dan keamanan pangan.

Ia menilai peningkatan kompetensi juru sembelih halal menjadi kebutuhan penting karena panitia kurban di banyak daerah umumnya berasal dari pengurus masjid. Dalam pandangannya, penyembelihan dalam Islam bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan amanah yang mengandung nilai ibadah, ihsan, serta tanggung jawab terhadap sesama manusia dan makhluk Allah.

Karena itu, pelatihan seperti ini dipandang relevan untuk memastikan ibadah kurban tetap sesuai syariat dan tetap aman bagi masyarakat yang menerima hasil penyembelihan.

Dorongan membangun ekosistem halal

Kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan pemerintah daerah. UPT Halal UNP, DMI Sumatera Barat, dan Dinas Pertanian Kota Padang terlibat bersama dalam penyelenggaraannya.

Prof. Ganefri menilai kerja sama lintas lembaga seperti ini strategis untuk memperkuat ekosistem halal di Sumatera Barat. Ia melihat kebutuhan juru sembelih akan meningkat menjelang momentum kurban, sehingga pembinaan tidak bisa dilakukan secara terpisah.

Pembekalan yang diberikan juga mencakup penerapan sanitasi ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Dengan bekal itu, peserta diharapkan mampu menjalankan penyembelihan yang tidak hanya sesuai tuntunan agama, tetapi juga memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

Persiapan menghadapi momentum kurban

Pelaksanaan di UPT Halal UNP dan RPH Aia Pacah memperlihatkan kesiapan lembaga terkait dalam mendukung Idul Adha. Di tengah tingginya permintaan penyembelihan, peningkatan kemampuan juru sembelih halal menjadi bagian penting dari persiapan tersebut.

Langkah ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kurban kini dipandang sebagai proses yang membutuhkan keahlian, kepatuhan syariat, dan perhatian pada kesehatan publik. Dengan pelatihan semacam ini, para peserta dibekali untuk menjalankan tugas penyembelihan secara lebih tertib dan sesuai standar yang dibutuhkan masyarakat.

Source: dutametro.com
Berita Terbaru