Dari Kelas Retak ke Ruang Lebih Longgar, Revitalisasi SMAN 8 Kupang Ubah Belajar

Author: Redaksi Android62

Revitalisasi senilai Rp1,2 miliar di SMAN 8 Kupang membawa perubahan langsung pada ruang belajar siswa. Empat ruang kelas baru membuat sebagian rombongan belajar yang sebelumnya berisi lebih dari 40 siswa kini dapat ditempati sekitar 30-an siswa.

Pengurangan kepadatan itu menjadi perubahan yang paling dirasakan Nonia, siswi kelas 12. Menurutnya, suasana kelas yang dahulu terlalu ramai kerap memicu kebisingan dan kejenuhan saat pelajaran berlangsung.

Ruang yang lebih longgar membuat siswa tidak lagi harus berdesak-desakan di dalam kelas. “Kadang bosan karena terlalu ribut, kalau sekarang sudah santai,” kata Nonia.

Empat Kelas Baru dan Fasilitas Pembelajaran

Dana revitalisasi tersebut digunakan untuk membangun empat ruang kelas baru di SMAN 8 Kupang. Salah satu ruangan kini dipakai William Evan Gabriello Sosi, siswa kelas 11, untuk mengikuti kegiatan belajar sehari-hari.

Pembenahan tidak hanya menyasar bangunan, tetapi juga perlengkapan di dalam kelas. Nonia menilai bangku yang lebih baik dan papan interaktif turut membuat proses menerima pelajaran terasa lebih menyenangkan.

Siswa Kelas Perubahan yang Dirasakan
William Evan Gabriello Sosi 11 Ruang lebih bersih dan rapi sehingga mendukung konsentrasi
Syahrini Rismayanti Said 12 Kegiatan belajar dinilai lebih baik setelah renovasi gedung
Nonia 12 Kelas lebih longgar, bangku lebih baik, dan tersedia papan interaktif

Kondisi Lama Mengganggu Kenyamanan

Sebelum revitalisasi, sejumlah ruang kelas menghadapi masalah fisik berupa tembok retak, cat mengelupas, dan kondisi ruangan yang tampak kotor. Bagi William, keadaan tersebut ikut memengaruhi suasana hati dan kemampuan siswa untuk menjaga fokus belajar.

Dalam kunjungan jurnalistik Kementerian Komunikasi dan Digital ke sekolah itu, William menggambarkan perbedaan yang ia rasakan setelah perbaikan. “Sekarang jadi lebih bersih, enak dilihat. Temboknya juga sudah rapi, catnya juga lebih aman, jadi nyaman buat setiap murid,” ujarnya.

Syahrini Rismayanti Said, siswi kelas 12, juga melihat renovasi sebagai perubahan penting bagi aktivitas sekolah. Ia menyatakan gedung yang telah diperbarui membantu siswa belajar dalam kondisi yang lebih baik.

“Banyak perubahan ya, karena adanya gedung tersebut, kita bisa belajar dengan baik karena semuanya kan sudah direnovasi,” kata Syahrini. Perubahan fisik ruang belajar tersebut memberi dorongan baru bagi siswa untuk menjalani kegiatan sekolah.

Harapan Penataan Lingkungan Sekolah

Meski ruang kelas telah diperbarui, sejumlah kebutuhan fasilitas masih disampaikan para siswa. Mereka berharap batu-batu karang di bagian depan sekolah serta beberapa lahan kosong dapat ditata atau dihilangkan.

William juga mengusulkan pembangunan aula mandiri di SMAN 8 Kupang. Saat ini, ruangan yang digunakan sebagai aula masih dipakai bergantian dengan kegiatan kelas sehingga pemanfaatannya terbatas.

“Harapannya sih mungkin aula. Untuk aula kita mungkin itu masih kurang karena terbatas jadi dipakai pun bergantian dengan murid-murid,” ujar William.

Menurut laporan detik.com, William, Nonia, dan Syahrini menyampaikan rasa syukur atas revitalisasi yang telah dilakukan. Mereka berharap pembenahan lingkungan sekolah dan penyediaan aula dapat melengkapi kenyamanan belajar yang mulai dirasakan.

Berita Terbaru